Adanya Isu Penertiban di Luar Kebun Raya, Ratusan Penambang Spontan Turun ke Jalan

Ratatotok, MR – Ratusan penambang melakukan aksi spontanitas turun ke jalan sebagai bentuk protes dengan adanya isu penertiban di luar Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

Hal itu terjadi, dikarenakan adanya pembakaran daseng milik penambang di luar kebun raya.

“Aksi ini kita lakukan secara damai, semuanya juga memakai masker. Kita tetap pada protokol kesehatan,” kata Ketua Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Valdy Suak.

Menurutnya, hal ini bukan sebagai bentuk perlawanan, melainkan aksi meminta kejelasan.

“Ini bukan melawan, kita hanya memastikan agar tidak ada penertipan di luar kebun raya. Kalau yang pakai alat berat silakan ditertipkan, tetapi yang manual jangan,” jelasnya.

Dia juga meminta Kapolda Sulut mengundang langsung keterwakilan penambang agar bisa mendapat penjelasan mengenai fakta di lapangan.

“Jangan gerakan ini ditunggangi, sehingga menimbulkan manejemen konflik. Saya rasa kita semua harus bijak,” ungkapnya.

Ia pun berterima kasih karena masukan para penambang manual bisa didengar.

“Aksi ini dari penambang manual, dan kita sudah ada kesepakatan,” jelasnya.

Dia juga meminta pihak-pihak terkait bisa memenuhi kesepakatan ini.

“Kita minta agar semua paham bahwa kesepakatan ini jangan di langgar. Kita menambang di luar Kebun Raya saja,”pungkasnya.(rusli)

Inilah isi kesepakatan tersebut :

  1. Penertipan hanya dilakukan di dalam areal Kebun Raya.
  2. Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Mendukung adanya giat Aparat.
  3. Aliansi siap membantu aparat dalam melakukan penanganan.
  4. Kita bersepakat untuk menjaga kemanan bersama.