Bahas Ide Brilian Walikota GSVL, Dinas Pendidikan Gelar FGD Perampungan Perumusan Baju Khas Manado

Manado, MR – Ide brilian Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan didukung Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE untuk menghadirkan baju khas Manado, langsung ditindaklanjuti. Apalagi selama ini, Kota Manado belum memiliki pakaian khas sesuai budaya dan adat yang berkembang di kota yang heterogen ini.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) perampungan perumusan baju khas Manado, di Swissbel Maleosan, Jalan Sudirman Manado, Senin (14/10).

Diskusi yang berlangsung penuh keakraban itu menghadirkan narasumber desainer Nasional berdarah Kawanua Hengky Kawilarang dan penggagas baju khas Manado Coreta Kapojos.

Dalam diskusi tersebut, ditampilkan empat pasang model contoh baju khas Manado yang dibahas secara mendetail mulai dari warna, corak serta motif oleh para pemerhati budaya di daerah ini diantaranya Prof DR Winda Mercedes Mingkid dari akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

“Baju khas Manado merupakan keinginan Pak Walikota agar dimiliki oleh Kota Manado. Karena selama ini kita belum ada baju khas yang mencerminkan Kota Manado yang multi etnis dan multi agama,”ujar Kepala Dinas Dikbud Kota Manado DR Daglan Walangitan MPd.

Menurutnya, FGD yang dilaksanakan ini dilakukan secara bertahap, dan direncanakan launching baju khas Manado digelar awal November 2019 mendatang.

“Jika perumusan tentang baju khas Manado ini telah rampung, kita akan launching. Dan ini akan mencatat sejarah di era kepemimpinan Walikota Vicky Lumentut, Kota Manado memiliki baju khas sendiri yang menggambarkan tentang Kota Manado,”pungkas Walangitan.

Tampak hadir dalam FGD tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Manado Dra Neivi Lenda Pelealu MSi dan jajarannya.(stephen)