Bersama Pemprov dan Pertamina, Pemkot Tomohon Gelar Rakor ESDM Tahun 2019

Tomohon, MR – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon bersama Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan PT Pertamina serta perwakilan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) melaksanakan Rapat Koordinasi penyelenggaraan kebijakan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2019, di Rumah Dinas Walikota Tomohon, Kamis (20/06).

Walikota Tomohon Jimmy Eman saat membuka rangkaian kegiatan secara resmi mengatakan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG mengamanatkan Pemda Provinsi bersama dengan Pemda kab/kota menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG.

Pemkot Tomohon bersama Biro Perekonomian Prov Sulut dan PT Pertamina Manado serta perwakilan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) diharapkan dapat merumuskan HET LPG 3 Kg Kota Tomohon. Selanjutnya dijadikan sebuah kebijakan.

“Pengawasan dapat dilakukan dengan baik secara berjenjang mulai tingkat SPBE, agen, pangkalan hingga ke konsumen pengguna,”ujar Walikota. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Tomohon Vonnie F Montolalu SPd dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyukseskan program pemerintah dalam rangka penghematan energi nasional dan anggaran negara akibat beban subsidi yang terlalu tinggi.

“Untuk menyatukan persepsi dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendistribusian LPG 3 Kg di Kota Tomohon serta untuk merumuskan HET LPG 3 Kg di Kota Tomohon,”jelasnya.

Sebagai Narasumber Kepala Bagian Perekonomian Biro Perekonomian Setda Prov Sulut Sonny Runtuwene SE MM, unsur PT Pertamina Marketing Branch Manado Erofiq Rusdi. Hadir jajaran Pemkot Tomohon para agen dan pangkalan gas se Kota Tomohon. (timKM)