Dampak Pandemi Covid-19, Tingkat Hunian Hotel di Manado Turun Hingga Kisaran 70 Persen

Manado, MR – Salah satu sektor pariwisata Kota Manado yang terdampak langsung dengan pandemi Covid-19 adalah perhotelan.

Dimana, sejak virus Corona menyebar di Indonesia termasuk Manado, hotel di ibukota Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan omset diakibatkan berkurangnya tingkat hunian.

Ditambah lagi, sekarang ini tidak ada lagi wisatawan yang berkunjung ke Manado dan menginap di hotel-hotel namun juga banyak tamu overseas yang membatalkan rencana ke Manado.

“Sejak virus Corona ini merebak masuk Indonesia dan Manado pada khususnya, untuk hotel tentu ada dampak besar. Banyak tamu overseas yang membatalkan rencana ke Manado,”jelas Lenda, Asisten Public Relations Manager Hotel Grand Luley Manado, Kamis (19/03), seperti dikutip dari salah satu media lokal berskala nasional di Manado.

Selain itu, katanya, pemerintah juga untuk sementara meniadakan meeting serta iven lainnya yang biasanya dilaksanakan di hotel.

“Pemerintah dan corporate memutuskan untuk sementara tidak lagi mengadakan meeting atau event lain di hotel,”tandasnya.

Hal yang sama pula dialami Aston Hotel Manado.

“Dampak Corona saat ini memang luar biasa besar di industri hotel dan kita rasa bukan di Manado saja yang tingkat huniannya sangat anjlok,” kata Svenpry Mononimbar, staff desain grafis dan juga Public Relation hotel tersebut, Jumat (20/03).

Dirinya mengungkap, okupansi hotel turun pada kisaran 70 persen, dibanding sebelum virus Corona mewabah dunia okupansi bisa mencapai 80 sampai 90 persen.

Ia menyatakan, sampai dengan minggu lalu sebelum kabar corona masuk di beberapa kota di Indonesia termasuk Manado yaitu rata-rata masih 80 persen hingga 90 persen.

“Mungkin ini yang terburuk dalam sejarah,”tukasnya.(tammy)