Diduga Debt-Colector SMS Finance Bawa Kabur Kendaraan, LPKRI Kotamobagu Desak Kepolisian Tindaklanjuti Laporan Korban

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) Kotamobagu Edwin Hatam

Kotamobagu, MR – Debt-colector SMS Finance kembali berulah dengan membawa kabur mobil korban DB 1609 DC, Kamis (12/11) pukul 13.00 WITA.

Peristiwa tersebut di depan kantor SMS Finance. Saat itu korban Max Moonik ditemani istri Jein Mamuko, keduanya warga Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, mendatangi kantor SMS Finance dengan membawa kendaraan Avansa DB 1609 DC, untuk menyelesaikan administrasi tunggakan kredit.

Namun, setelah tiba di depan kantor finance, para pelaku debt-colector langsung menyodorkan lembaran surat untuk ditandatangani korban. Korban tidak sempat membaca isi surat tersebut, karena menurut pelaku surat itu adalah surat keringanan pembayaran kredit.

“Kami disodorkan lembaran surat keringanan sebagai konsumen dan ternyata diselipkan oleh pelaku surat penyerahan kendaraan dan saat itu kami sebagai pemilik kendaraan tidak lagi memeriksa setiap lembarannya dan langsung membubuhi tanda tangan, selanjutnya kunci mobil langsung diambil pelaku dan kendaraan tersebut dilarikan oleh pelaku yang diduga debt-colector entah kemana dan saat itu ikut dilarikan sejumlah uang Rp8 Juta yang berada didalam mobil tersebut,”ungkap korban.

Menurutnya, hingga saat ini pelaku yang diduga debt-colector menghilang bersama mobil sehingga korban merasa sangat dirugikan karena kehilangan mobil dan uang tersebut.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan pemilik kendaraan pada Jumat (13/11) dengan Laporan Polisi Nomor STTLP/777.a/XI 2020.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) Kotamobagu Edwin Hatam, Selasa (17/11), kepada wartawan, menyesalkan aksi penarikan kendaraan yang dilakukan SMS Finance.

Ditenggarai ada unsur pidana perampasan, apalagi dalam kendaraan tersebut terdapat uang sebesar Rp8 Juta milik korban untuk membayar tunggakan selama dua bulan.

“Saya meminta SMS Finance harus bertanggung jawab terhadap perampasan kendaraan tersebut, karena perampasan kendaraan terhadap konsumen tidak sesuai prosedur,”ungkap Hatam.

Dirinya mendesak pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat karena didalamnya ada unsur pidana perampasan.

“Lagi pula dalam kendaraan tersebut ada uang konsumen berjumlah Rp8 juta dan hal tersebut jelas karena pihak korban akan menghadirkan saksi terkait dengan uang yang mereka dapat tersebut,”tukas Hatam.

Sementara, Kasubag Humas Polres Kotamobagu Iptu Moh Rusman Saleh ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler belum memberikan jawaban.(jhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *