Diduga Onibala Lakukan Pembohongan Publik Terkait Pernyataan Ditjen Otda dan Pjs Gubernur

Pjs Bupati Minahasa Selatan Micky M Onibala

Amurang, MR – Kehadiran Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Micky M Onibala menimbulkan barbagai kontroversi terkait kebijakan yang diambil.

Pasalnya, Onibala dinilai bersikap tidak tidak netral dalam menjalankan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) termasuk saat melakukan pergantian sejumlah Hukum Tua (Kumtua) di Minsel.

Terkait isu pergantian Penjabat Hukum Tua di Minsel akhirnya sampai ke telinga Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri.

Informasi yang didapat wartawan media menyebutkan Pjs Bupati Minsel MM Onibala “disidang” langsung secara virtual oleh Dirjen Otda disaksikan Pjs Gubernur Sulut, Kamis (15/10).

Mengutip pernyataan Onibala dari 167 Kumtua ada sekitar 118 yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Pelaksana Tugas yang merupakan pegawai dan ditunjuk oleh bupati. 118 hukum tua itu yang saya atur kembali. Itu kewenangan saya selaku Penjabat Sementara Bupati, untuk mengatur tata pemerintahan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Apalagi ada pelaksana tugas hukum tua tapi sudah menjadi tim sukses saya ganti,”ujar Onibala.

Dari pernyataan tersebut sangat jelas, jika informasi yang disampaikan Onibala sangatlah tidak benar karena pada kenyataannya 118 desa di Minahasa Selatan, diisi oleh Penjabat Hukum Tua berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa.

Sementara itu, tokoh masyarakat Minsel Roby Sangkoy kepada media ini menegaskan jika Onibala berbohong kepada Mendagri dan Gubernur Sulut.

“Pjs Bupati Minsel berani bohongi Mendagri dan Pjs Gubernur Sulut, karena kalau Pjs hanya mengisi jabatan kosong yang katanya Plt Hukum Tua, kenapa muncul SK pemberhentian dan pengangkatan Penjabat Hukum Tua. Berarti berdasarkan SK tersebut terjadi pergantian Penjabat Hukum Tua. Dimana, ada Penjabat Hukum Tua yang diberhentikan dan diganti orang lain. Jadi ternyata Pjs Bupati Pak Onibala berani lawan Pjs Gubernur dan Mendagri dengan memberikan data yang tidak benar alias bohong,”ungkap Sangkoy.(nal)