Dispar Latih Pokdarwis Kelurahan Tongkaina, Runtuwene: Perlu Kesadaran Masyarakat Dukung Destinasi Wisata di Manado

Manado, MR – Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Kota Manado khususnya di Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado menggelar kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Hotel Aston Manado, Selasa (17/09).

Tampil sebagai narasumber DR Ir Ping Astony Angmalisang MSc dengan materi Pengaruh Homestay dan Home Industri Terhadap Ekonomi Wisata dan Prof DR Winda Mercedes Mingkid dengan materi tentang Sapta Pesona.

Kepala Dispar Manado Dra Neivi Lenda Pelealu MSi melalui Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kapasitas Kepariwisataan Steven Runtuwene SSos mengatakan Kelurahan Tongkaina merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Manado. Olehnya, diperlukan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengembangan usaha pariwisata.

Steven Runtuwene

“Sekarang ini, Manado sedang gencar-gencarnya digenjot menjadi daerah pariwisata. Salah satu destinasi wisata di Manado adalah Kelurahan Tongkaina. Selain dibangunnya infrastruktur pariwisata di sana, perlu juga peningkatan Sumber Daya Manusia dan kesadaran masyarakat,”tandas Runtuwene.

Dikatakan, kesadaran masyarakat dalam mendukung potensi wisata di Kota Manado dilakukan dengan ikut menjaga lingkungan.

“Lingkungan di sekitar harus bersih. Jangan sudah jadi destinasi wisata, tapi binatang peliharaan dibiarkan berkeliaran sehingga banyak kotoran hewan dimana-mana. Ini akan mengurangi nilai sebagai destinasi wisata. Makanya, masyarakat harus jaga lingkungannya tetap bersih agar wisatawan betah,”tukas mantan Kabag Pemerintahan dan Humas Kota Manado tersebut.

Selain itu, kemampuan komunikasi juga sangat penting dalam menunjang pariwisata. Kedepannya, masyarakat akan dilatih berbahasa Inggris dan Mandarin.

“Komunikasi masyarakat dengan wisatawan salah satunya adalah bahasa. Kedepan masyarakat di kelurahan destinasi wisata akan diberikan pelatihan bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Tidak ada kata terlambat kalau ingin maju, baik tua maupun muda kita akan berikan pelatihan bahasa. Jangan hanya tahu bahasa tubuh atau bahasa isyarat kalau berkomunikasi dengan wisatawan,”ujar Runtuwene.

Mantan Kabid Pengawasan dan Regulasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manado menambahkan, pihaknya akan mendorong masyarakat untuk memproduksi souvenir sendiri, sehingga akan dikembangkan usaha kerajinan tangan. Termasuk menjadikan rumah tinggal sebagai home stay.

“Jangan souvenir dari luar Manado yang justru banyak di tempat wisata di Manado. Kita berharap, kerajinan tangan masyarakat sendiri yang akan dijadikan souvenir bagi wisatawan yang datang ke Kota Manado,”pungkas Runtuwene.(stephen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *