Dispar Manado Gelar Sosialisasi Sadar Wisata Untuk Peningkatan SDM di Lingkungan Pendidikan, Kaum Millenial Diajak Bantu Promosi Pariwisata Manado Lewat Medsos

Manado, MR – Kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mendukung industri pariwisata di Kota Manado sangatlah penting. Tidak hanya pelaku pariwisata, namun dunia pendidikan dan kaum generasi millenial diharapkan ikut memberikan andil.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melaksanakan sosialisasi sadar wisata untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pendidikan, di Best Western Lagoon Hotel, Jumat (20/09).

Kegiatan yang diikuti siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Manado dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisita (STIEPAR) Manado, pada sesi pertama menghadirkan narasumber DR Drevy Malalantang SSI SE MPd, Dekan STIEPAR Manado.

Dalam materinya, Malalantang menjelaskan selain pemerintah, masyarakat harus berperan dalam promosi pariwisata di Kota Manado dengan penerapan Sapta Pesona.

“Masyarakat harus pula ikut membantu dalam mempromosikan pariwisata melalui penerapan Sapta Pesona. Karena masyarakat sebagai tuan rumah dari destinasi wisata harus ramah yang ditunjukan dari sikap dan perilaku,”tukas Malalantang.

Dikatakan, generasi muda dan kaum millenial serta para siswa se-Kota Manado harus jadi duta pariwisata dengan menggunakan teknologi digital.

“Sekarang ini ada 80 juta millenial tourism akan ikut mempromosikan pariwisata Kota Manado lewat media sosial dan teknologi digital dewasa ini. Adik-adik siswa SMA/SMK dan mahasiswa harus menjadi duta pariwisata bersama dengan masyarakat lainnya ikut membantu dalam promosi pariwisata Kota Manado,”tukasnya.

Sementara, Kepala Dispar Manado Dra Neivi Lenda Pelealu MSi melalui Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kapasitas Kepariwisataan Steven Runtuwene SSos mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan selain merupakan gerakan penyadaran masyarakat terhadap destinasi wisata di Kota Manado, juga menjaring para siswa dan generasi millenial untuk menjadi duta-duta pariwisata.

“Destinasi wisata kita di Kota Manado tidaklah berarti jika tidak didukung semua pihak, baik dari masyarakat maupun kalangan generasi millenial. Apalagi, dengan era teknologi digital sekarang ini, kaum millenial akan ikut membantu mempromosikan pariwisata Manado lewat media sosial seperti facebook, tweeter dan sebagainya,”tandas mantan Kabag Pemerintahan dan Humas Pemkot Manado itu.

Lanjut dikatakan Runtuwene, selain itu adanya musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kebakaran lahan dan menimbulkan kabut asap, juga berpengaruh pada pariwisata Kota Manado. Sehingga, masyarakat diminta berperan dalam mencegah kabut asap.

“Wisatawan yang datang ke lokasi wisata tentunya untuk menikmati kenyamanan. Sehingga, masyarakat juga para siswa diajak untuk tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menimbulkan kabut asap. Selain mengganggu kenyamanan juga mengganggu penerbangan kita,”pungkas Runtuwene.(stephen)