Dugaan Penarikan Dana Nasabah Secara Sepihak, LSM LAKI Bolmong Akan Laporkan BPR Citra Cabang Lolak

Bolmong, MR – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan melaporkan secara resmi kepada kejaksaan terkait penarikan dana salah satu nasabah pada Bank BPR Citra Cabang Lolak tanpa surat kuasa dari pemilik dana.

Pihak nasabah Bank Citra sendiri akan melakukan somasi dan menempuh jalur hukum sesuai pasal 10 Undang-Undang (UU) Perbankan nomor 10 tahun 1989 serta pasal 31 peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 1 tahun 2013.

“Bahwa pelaku usaha jasa keuangan atau industri keuangan dilarang dengan cara apapun memberikan data informasi tanpa sepengetahuan atau pun tanpa izin dari yang punya data tersebut,”ujar Ketua LSM LAKI Bolmong Indra Mamonto.

Seperti diungkap korban yang minta namanya tidak disebutkan, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bolmong.

“Jadi sebelumnya kita ada pinjaman di Bank Citra April 2017 sebesar Rp 60 juta. Itu pinjaman untuk bisnis sembako dengan agunan SHM sebidang tanah dan angsurannya kita setor langsung. Kemudian berjalannya waktu 1 tahun saya  mengangsur, usaha yang saya jalani bangkrut. Macet tidak bisa pulangkan kredit.  Kemudian saya dapat panggilan dari pihak Bank Citra, untuk penyelesaian hutang langsung menghadap bagian kredit macet. Hasil pembicaraan dengan pihak Bank saya akan menganggsur sesuai kemampuan yakni Rp 500 ribu per bulannya. Itu kalau kalau ada uang dan akan saya setor lebih kalau ada kelebihan,”cerita korban.

Herannya, pada setoran ke-4 pihak Bank Citra menarik langsung setoran melalui Bank BNI 46 Lolak.

“Saya sudah mulai menganggsur sudah 3 kali, yang mengherankan saat saya akan melakukan penarikan dana melalui ATM BNI untuk melakukan setoran yang  ke-4 kali-nya ternyata uang di rekening saya sudah berkurang sebesar Rp 1 juta rupiah. Akhirnya saya bertanya ke pihak Bank BNI yang ada di Lolak, kenapa uang saya ada berkurang sebesar satu juta, lalu pihak Bank BNI menjawab ada pemotongan dari pihak Bank Citra menyangkut pinjaman  kredit. Saya  langsung komplein kenapa kalian pihak Bank BNI berani potong uang TPP saya tanpa ada  kuasa dari saya. Itu kan hak saya  dan tak boleh siapa pun yang melakukan pemotongan tanpa tanda-tangan atau kuasa/persetujuan dari saya,”ungkap korban.

Olehnya, korban berkesimpulan telah terjadi wanprestasi yang dilakukan pihak Bank Citra karena menarik dana dari rekening bank lain tanpa sepengetahuan nasabah.

“Saya berkesimpulan pihak Bank Citra sudah wanprestasi. Saya mulai stor sesuai kemampuan kenapa justru ada potongan uang TPP saya serta tidak ada kuasa dari saya sebagai pemilik. Jadi dalam hal ini pihak Bank BNI Lolak dan Bank Citra Lolak sudah melakukan kerja sama ini adalah suatu pelanggaran, melanggar UU Perbankan nomor 10 Tahun 1998 pasal 40 yang menyebutkan bahwa bank manajemen, karyawan yang afiliasinya dan sebagainya itu dilarang memberikan informasi kepada siapapun yang berupa nasabah dan simpananya. Sanksinya hukuman 5 tahun sampai 8 tahun penjara dan denda 4,8 milyar,”tambah korban.

Sementara, pihak unit Bank Citra Dumoga yang berada di Lolak, saat dikonfirmasi mengatakan penarikan dana ASN yang terkait hutang sesuai Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmong.

“Atas dasar pemotongan bagi Aparaur Negeri Sipil yang punya hutang sesuai dengan surat edaran Sekda Bolmong dengan nomor 900/8-03/BKD/308.b/V/2019 dan surat dari pihak Bank Citra Nomor BCD/277/KR/04/2019 tertanggal 8 April 2019, sehingga pihak Bank Citra cabang Lolak melakukan pemotongan bagi dana ASN,”jelas pihak Bank Citra.(tim/investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *