Dugaan Pungli di Pasar Serasi Kotamobagu Resahkan Pedagang, Aray: Jangan Berikan Sepeser Danapun Kepada Oknum Tak Bertanggungjawab

Kotamobagu, MR – Dugaan adanya pungutan liar (pungli) di Pasar Serasi Kotamobagu, telah meresahkan para pedagang yang dilakukan oleh mereka yang mengklaim sebagai ahli waris atas kepemilikan lokasi pasar tersebut.

Para pedagang merasa keberatan, apalagi mendekati hari raya Idul Fitri selalu dijadikan momen untuk memanfaatkan para pedagang sebagai lahan bisnis mereka.

Para pedagang tidak bisa berbuat banyak mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu tidak memberikan ijin adanya pasar Senggol seperti tahun-tahun sebelumnya saat Bulan Puasa dan Idul Fitri karena wabah Covid-19.

Para pelaku pungli telah membuat garis blok untuk lapak di badan jalan untuk ditawarkan kepada pedagang dengan nominal rupiah per petak yang ditetapkan sendiri.

‚ÄúSekarang mereka juga telah menetapkan tarif hingga Rp400 ribu per satu petak per lapak,”ungkap salah satu pedagang, yang minta namanya tidak dipublikasi, Jumat (15/05).

Sementara, Pemkot Kotamobagu yang dikonfirmasi terkait hal itu melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Herman Aray mengimbau para pedagang agar tidak memberikan dana kepada oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya imbau kepada seluruh pedagang Pasar Serasi Kotamobagu untuk jangan mengeluarkan dana sepeserpun yang nanti akan diminta oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena itu sifatnya pungli. Dan mulai besok pihak dinas akan turun untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang,”tukas Aray.(jhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *