GSVL: Satukan Tiga Momentum Dari Manado Untuk Indonesia

Pesta Adat Tulude, Peristiwa Heroik Merah Putih dan Valentine DayM

PERAYAAN pesta adat Tulude yang merupakan perayaan budaya mengakhiri tahun 2018 dan memasuki tahun 2019 masyarakat kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud berlangsung meriah di lapangan Sparta Tikala Manado, Kamis (14/02).

Acara yang dilaksanakan Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud (IKISST) Sulawesi Utara, didukung penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado itu, dihadiri Walikota  DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA dan Wakil Ketua TP-PKK Imelda Bastiaan Markus SE.

Prosesi adat diawali dengan arak-arakan Kue Tamo dari gereja GMIM Sentrum jalan Sudirman menuju ke lapangan Sparta Tikala. Sementara, Walikota Vicky Lumentut dan Wawali Mor bersama isteri masing-masing dengan mengenakan pakaian adat Nusa Utara berjalan dari Kantor Walikota Manado ke lokasi acara dan dijemput para tetua adat Nusa Utara serta Ketua IKISST Sulut Urbanus Naharia.

Pemotongan kue Tamo dilakukan dengan budaya Sangihe, diwarnai dengan penyerahan bendera merah putih kepada Walikota Vicky Lumentut sebagai pesan kepada pemimpin negeri menjadi pemimpin yang baik dalam mensejahterakan masyarakat.

Sedangkan, potongan pucuk Kue Tamo dberikan kepada Ketua TP-PKK Kota Manado Prof Paula sebagai isteri pemimpin negeri.

Dalam sambutannya, Walikota Vicky Lumentut mengatakan Pemkot Manado akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya di Kota Manado termasuk pesta adat Tulude yang dilaksanakan setiap tahun.

“Sebagai Walikota dan Wakil Walikota kami berharap pesta adat Tulude ini menjadi suguhan pelestarian budaya masyarakat Sangihe, Sitaro dan Talaud untuk mendukung pariwisata di Kota Manado. Disamping itu, Tulude merupakan jati diri masyarakat Nusa Utara yang disajikan selain untuk kepentingan pariwisata serta sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan yang Maha Esa,”tandas orang nomor satu di Manado itu.

Walikota Vicky Lumentut juga mengajak masyarakat Nusa Utara untuk menyatu dalam perayaan Tulude serta memberikan sumbangsih pemikiran dan ide-ide yang baik untuk pembangunan Kota Manado.

“Mari kita pelihara budaya Tulude ini sebagai pesta adat yang menyatukan masyarakat Sangihe, Sitaro dan Talaud. Saya dan Pak Mor nantikan ide-ide yang baik dari tokoh-tokoh Nusa Utara untuk Manado yang lebih maju dan lebih sejahtera kedepannya,”tukas Walikota Vicky Lumentut.

Walikota dua periode tersebut juga mengapresiasi pesta adat Tulude Kota Manado yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan peristiwa heroik Merah Putih Sulawesi Utara 14 Februari dan Valentine Day atau hari kasih sayang.

“Hari ini tanggal 14 Februari ada tiga momentum yang kita laksanakan, pertama adalah peringatan peristiwa heroik Merah Putih untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan memerangi hoaks serta ujaran kebencian yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, kedua perayaan Valentine Day untuk saling mengasihi ditengah perbedaan suku, agama dan ras serta yang ketiga adalah perayaan adat Tulude yang menyatukan kita sebagai sarana pelestarian budaya di Kota Manado. Mari kita persembahkan semua ini dari Manado untuk Indonesia,”tukas Walikota Vicky Lumentut, seraya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Manado tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antar-golongan ikut membantu korban bencana banjir dan longsor 1 Februari lalu.

Pesta adat Tulude ditutup dengan persembahan atraksi seni dan budaya yang ada di Kota Manado, seperti lagu Qasidah, Barongsai, tari Cakalele, tarian Bali, serta Masamper yang melibatkan Walikota Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan serta para pejabat Pemkot Manado lainnya.(*)

Foto : dari berbagai sumber

Editor : stephen (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *