Hasil Rapid Test Walikota GSVL Negatif Corona

Manado, MR – Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mengajak seluruh pejabat dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan Rapid Test Covid-19.

Ajakan itu dikatakan orang nomor satu di Manado itu, usai berinisiatif melaksanakan Rapid Test bersama isteri tercinta Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA di rumah kediaman puncak Malalayang, Kecamatan Malalayang, Jumat (10/04).

“Puji Tuhan, setelah dilakukan rapid test. Hasilnya saya dan istri dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19. Saya berinisiatif untuk dilakukan pengujian, karena selama ini saya aktif turun lapangan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus kepedulian baik bagi keluarga, orang-orang di sekitar saya, dan masyarakat tentunya. Terima kasih kepada seluruh warga Manado yang telah mendoakan, ini jadi suntikan moril juga motivasi agar saya terus berbuat yang terbaik dalam menangani dan menanggulangi pandemi Covid-19 di Kota Manado,”ujar Walikota GSVL.

Orang nomor satu di Manado juga menambahkan saat ini sedang dilakukan pemesanan peralatan medis khusus Rapid Test, yang akan dipakai menguji Covid-19 pada semua pejabat di lingkup Pemkot Manado, dan warga yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan alat medis (Rapid Test Covid-19), bisa segera tiba. Agar langsung dilakukan pemeriksaan bagi pejabat dan ODP di Kota Manado. Pemerintah akan terus berusaha sekuat tenaga, agar Covid-19 ini secepatnya dapat diputus rantai penularan,”tandas Walikota GSVL.

Ketika ditanya mengapa ODP yang jadi prioritas untuk diadakan rapid test, Walikota GSVL dengan bijak menyebut, langkah taktis yang harus dilakukan agar Covid-19 bisa diredam salah satunya yakni menguji ODP, karena status mereka yang masuk orang dalam pemantauan ini melakukan isolasi mandiri di rumah, dan belum dipastikan positif Covid-19 atau sebaliknya bisa saja ada yang konfirm tesnya positif.

“Jadi begini kalau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akan secara terus menerus diawasi dan dilakukan pemeriksaan. Karena mengalami gejala Covid-19 semisal demam, batuk, gangguan saluran pernafasan. Kenapa sampai ditetapkan PDP, karena saudara-saudara kita ini pernah melakukan perjalanan di wilayah ataupun negara episentrum covid 19. Atau bisa juga memiliki kontak fisik erat dengan pasien yang sudah terkonfirmasi positif, sehingga mereka menjalani perawatan dan ditangani oleh petugas kesehatan di rumah sakit,”kata Walikota GSVL.

“Sedangkan ODP orang yang juga mengalami gejala Covid-19, pernah bepergian ke wilayah atau negara dengan tingkat penularan tinggi. Dan atau pernah melakukan kontak fisik dengan saudara kita yang positif covid 19. Tapi beda dengan PDP, mereka yang berstatus ODP melakukan isolasi mandiri di rumah. Jadi untuk menjaga agar keluarga dan masyarakat sekitar tetap sehat. Perlu diadakan rapid test bagi warga yang masuk ODP. Jadi logikanya, dengan adanya tes terhadap ODP kita bisa mengetahui jika ada yang positif dan masuk PDP, agar bisa langsung dilakukan penanganan dan perawatan di rumah sakit. Dengan demikian penularannya dapat kita tekan,” sambung Walikota GSVL.

Selain itu, Walikota pilihan rakyat Manado itu meminta agar warga Sulut khususnya Kota Manado, tidak memberikan stigma negatif atau mengucilkan warga yang dinyatakan positif, PDP maupun OPD.

Karena kata Walikota GSVL, salah satu faktor pendukung seorang yang positif Covid-19 bisa sembuh bukan hanya karena imun atau kekebalan tubuh yang baik, tapi juga kesehatan mental/psikologis pasien positif Corona.

“Waspada perlu. Tapi jangan sampai kita memberi cap atau stigma negatif, atau mengucilkan mereka (positif Covid-19, PDP, ODP). Ayo kita berikan dukungan baik lewat ucapan-ucapan yang memotivasi dan memberi semangat lewat media sosial atau video call. Perlu diingat sebagai sesama manusia, mereka juga tidak ingin terpapar Covid-19. Ini yang perlu dilakukan, apalagi sudah ada SOP dan Protapnya,”pungkas Walikota GSVL.(stephen/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *