Intens Beritakan Penanganan Covid-19, Saafa: Pemerintah Hendaknya Jangan Lupakan Wartawan

Manado, MR – Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Kota Manado, kerja seorang jurnalis atau wartawan sangat penting.

Pasalnya, dari informasi yang diberitakan seorang wartawan, masyarakat akan tahu seberapa berbahayakah virus Corona yang telah membunuh ratusan ribu orang di dunia itu serta apa saja yang harus dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Termasuk berbagai langkah dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, ikut diketahui masyarakat berkat kerja jurnalis.

Padahal, pekerjaan seorang jurnalis rentan terinfeksi jika tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Apalagi, wartawan harus bertemu banyak orang meskipun sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya tahu kerja jurnalis itu sangat mulia. Dalam situasi dan kondisi sekarang ini dengan adanya pandemi virus Corona, wartawan juga tampil didepan dalam menyajikan informasi,”ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Syarifudin Saafa ST MT, Sabtu (04/04).

Menurut legislator Tikala yang juga mantan jurnalis radio itu, selama ini kerja jurnalis dalam membantu pemerintah sangat besar.

Imbauan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 gencar diberitakan, sehingga pemerintah perlu pula memperhatikan para wartawan.

“Sekarang ini, apa saja yang dilakukan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang mencegah penyebaran virus Corona dapat diakses masyarakat melalui media massa. Jadi ditengah situasi ini, pemerintah hendaknya jangan sampai melupakan wartawan,”tandas Saafa.

Lanjut dikatakan, bantuan jaring pengaman sosial yang sedang dilakukan Pemerintah Daerah sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo, tidak hanya diberikan kepada warga terdampak Covid-19, namun juga bagi wartawan.

“Wartawan juga terdampak pandemi Covid-19, jadi perlu pula diberikan bantuan oleh pemerintah, bisa juga stimulan anggaran yang ada di pemerintah. Misalnya, anggaran perjalanan dinas bisa dialihkan untuk membantu wartawan,”tukas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Ini isi hasil pertemuan Dewan Pers dengan Pemred dan Kementerian Kominfo serta KPI melalui video conference.

Sementara, hasil pertemuan video conference Dewan Pers dengan para pemimpin redaksi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Jumat (03/04), menelorkan lima diktum terkait bantuan pemerintah bagi perusahaan pers dan pekerja media ditengah pandemi Covid-19.(jefry)

Foto: istimewa