Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 Kejutkan Penerbangan Indonesia

Baru 13 Menit Take Off Mendadak Hilang Kontak

Foto: ilustrasi

Jakarta, MR – Dunia penerbangan Indonesia dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Senin (29/10).

Kabar kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX tersebut, menyebar setelah pesawat membawa 189 penumpang dan kru itu diduga jatuh diperairan Karawang, Jawa Barat, sekira 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Flightradar24 menyebutkan pesawat Lion Air JT 610 dijadwalkan bertolak pada pukul 06.10 WIB, namun sempat tertunda dan nanti take off pada pukul 06.20 WIB.

Sekira 13 menit setelah terbang, pesawat buatan Amerika Serikat itu mendadak hilang kontak. Flightradar24 merekam detik-demi detik Pesawat Lion Air JT 610. Pada 10 detik terakhir, menurut catatan Flightradar24, ketinggian pesawat Lion Air JT 610 mencapai 4.850 kaki. Namun 10 detik berikutnya ketinggian pesawat hanya 3.650 kaki.

Dari data Flightradar itu menunjukan pesawat tersebut mengalami penurunan ketinggian hingga 1.200 kaki dalam waktu10 detik.

“Pesawat dengan ketinggian 2.500-3.000 lost off radar contacts sudah berada di bawah jangkauan radar,”ungkap Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, kepada wartawan di Kantor Badan Search And Resque Nasional (Basarnas), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, (29/10).

Dari pantauan tersebut, memperlihatkan pesawat Lion Air JT 610 tidak hanya mengalami penurunan ketinggian secara drastis, namun kecepatanpun meningkat dalam 10 detik terakhir, dari 322 knot menjadi 345 knot.(IDN/mrc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *