Kepala BPBD Manado: Kami Telah Bentuk Tim Tanggap Bencana

Sejumlah Wilayah di Manado Masuk Kategori Rawan Bencana

Maxmilian Tatahede

Manado, MR – Puluhan ribu warga Kota Manado masih terancam terkena bencana. Sebab kondisi wilayah tinggal mereka masih di kategorikan rawan bencana baik longsor maupun banjir,

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Maxmilian Tatahede SSos menjelaskan sejumlah wilayah di Manado masuk kategori rawan bencana.  ”Kami mengimbau warga di daerah rawan longsor waspada saat hujan turun lebih dari satu jam,” jelasnya.

Di tambahkan dalam penanganan bencana,pihaknya tekah membentuk tim tanggap darurat, sehingga bila terjadi bencana mereka dapat menangani secepatnya sambil menunggu bantuan. “Kami pun menganjurkan warga pindah ke tempat aman,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bapelitbang Dr Liny Tambajong menjelaskan, pemerintah sedang membangun Bendungan Kuwil untuk mereduksi banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.

”Khusus Sungai Sario, Bailang, Malalayang, dan Tikala direncanakan dibangun bendungan kecil di hulu sungai. Tujuannya mengurangi volume air agar tidak terjadi banjir,” ungkap Tambajong

Dijelaskan pemerintah sedang mengusahakan pembebasan lahan untuk revitalisasi di DAS Tondano. ”Untuk wilayah longsor, pemerintah tidak bisa membangun tanggul di setiap rumah. Kecuali fasilitas publik. Sesuai aturan, ketika membangun di lereng gunung harus membuat tanggulnya, baru diberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” ujarnya.

Dia juga meminta pemerintah kelurahan dan kecamatan lebih tegas. ”Kalau membangun daerah rawan longsor dan banjir dicegat dan ditanyakan IMB-nya. Kalau tidak dihentikan pembangunannya. Supaya rumah di wilayah ilegal tidak bertambah, karena sesuai aturan 15 meter di pinggiran sungai kiri dan kanan tidak boleh membangun rumah. Tapi nyatanya banyak pemukiman di Koto Manado berada di wilayah sungai,”pungkasnya. (rsc)