Kesepakatan Lima Kepala Daerah Totabuan Cegah Penyebaran Virus Corona, Bupati Yasti Tutup Pintu Masuk Bolmong Mulai 9 April

Bolmong, MR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease atau (Covid-19).

Jalan satu-satunya yang di ambil yaitu menutup akses masuk ke bumi Totabuan.

Berdasarkan data dari Media Informasi resmi terkini penyakit infeksi emerging yang beralamat di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ tanggal 7 April 2020, menetapkan Kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai salah satu wilayah Indonesia dengan Transmisi Lokal Covid-19, dengan kasus positif sudah 8 orang.

Melihat fenomena tersebut lima kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR) yakni Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Walikota Kotamobagu Tatong Bara, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Depri Pontoh, Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolse) Iskandar Kamaru, serta Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar bersepakat bersama untuk menutup perlintasan orang maupun kendaraan yang masuk ke wilayah BMR selama 1×24 jam.

“Saya, Walikota Kotamobagu dan seluruh Bupati se BMR telah bersepakat pintu masuk dan keluar wilayahnya masing-masing harus dijaga ketat. Begitupun di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, terhitung mulai tanggal 9 April sampai 21 April 2020 ditutup. Yang bisa melintas kecuali kendaraan pengangkut logistik, seperti barang kebutuhan pokok, pakaian, BBM/LPG pengangkut alat kesehatan, ambulance dan petugas keamanan,”kata Yasti, Selasa (07/04), melalui keterangan tertulisnya.

Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi, mencegah, melindungi dan menjaga seluruh masyarakat BMR dari wabah Covid-19.

Oleh karena itu, mulai Kamis 9 April 2020. Pemkab Bolmong atas kesepakatan 5 Kepala Daerah akan menutup perlintasan orang dan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah BMR, tepatnya di jembatan Poigar, perbatasan antara Bolmong dan Minsel.

“Saya berharap kepada seluruh ASN Bolmong ikut mensosialisasikan kesepakatan ini di lingkungan keluarga, serta seluruh Desa dan Kelurahan masing-masing,”pungkas Yasti. (jhon)