Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa di Desa Teep Diduga Rekayasa

Amurang, MR – Hukum Tua (Kumtua) Desa Teep Kecamatan Amurang Barat diduga merekayasa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengerjaan paving blok di Jaga 4 dan jaga 5.

Dugaan tersebut terkuak saat tim yang di bentuk oleh Kumtua dan BPD tidak dilibatkan dalam proses pengerjaan paving blok tersebut.

Adapun Tim yang dibentuk tersebut adalah Tim Pembantu Pelaksana Kegiatan (TP2K) yang terdiri dari Pimpinan dan anggota.

Informasi yang didapat oleh wartawan manadoreal.com menurut pengakuan Tim TP2K bahwa mereka dibentuk dan di angkat oleh Plt Kuntua Teep Grace Sangian dan BPD Desa Teep.

Tim TP2K kepada manadoreal.com mengatakan semenjak mereka diangkat tidak dilibatkan dalam proses pelaksanaan pembuatan administrasi guna pertanggungjawaban.

“Semenjak di angkat oleh kuntua dan BPD saya tidak pernah dilibatkan baik dalam rapat maupun pelaksanaan kegiatan pekerjaan apalagi pengumpulan data administrasi seperti nota-nota belanja,”ungkap Hezki Liando.

Diketahui, semua proses pengerjaan baik pengadaan/pembelanjaan material di handle langsung oleh Plt Kumtua Grace Sangian melalui Kaur Pemerintahan Meilan Eman.

Menurut Liando, mereka hanya dijadikan “Boneka Pajangan”.

“Sampai saat ini pun saya tidak pernah melihat Nota-nota pembelanjaan dan berapa jumlah dan rinciannya kami tidak tau apalagi dilibatkan dalam pekerjaan,”kata Liando, dan diiyakan Tim TP2K lainnya.

Salah satu anggota Tim menuturkan dirinya pernah menanyakan nota-nota pembelanjaan dan biaya-biaya lain untuk pembuatan paving blok kepada Kaur Pemerintahan Meilan Eman untuk di buatkan rincian laporan.

“Tapi ditutupi dan hanya mengatakan iya nanti diserahkan,”ujarnya.

Kenyataannya nota-nota pembelanjaan dan pembayaran-pembayaran sampai saat ini tidak pernah sampai ketangan pengurus TP2K.

“Termasuk berapa jumlah pekerja, berapa gaji pekerja itu kami tim tidak tau,”ungkap salah satu tim yang namanya tidak mau di publish (identitas ada di redaksi).

Lanjut dikatakan, Kaur Pemerintahan juga mengatakan Laporan tersebut nanti di buat oleh Kumtua Desa Teep.

“Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa pekerjaan tersebut menurut informasi sudah diperiksa oleh Tim dari DPMD dan tidak melibatkan TP2K,”tambah Liando.

Hal tersebut diakui Sekretaris Desa Mimi Katihokang dan Sekretaris BPD Harvy Pondaag pada wartawan media manadoreal.com beberapa hari lalu.

Tim Monitoring dan Evaluasi dari PMD sudah melakukan pemeriksaan hanya tidak melibatkan pemerintah desa, Perangkat Desa, TP2K dan BPD.

Menurut Sekretaris BPD itu bisa saja kebijaka DPMD untuk tidak melibatkan pemdes,perangkat dan tim lain dari desa.

Dalam rapat perangkat Desa, Kumtua melaporkan gambaran pertanggungjawaban secara keseluruhan di dua tempat pekerjaan paving blok jaga 4 dan 5 sebagai berikut :

Semen 120 sak Rp. 7.080.000
Pasir 14 kubik Rp.9.100.000
Batu 21 kubik Rp 16.800.000
Paku dll Rp. 250.000
Sewa mesin Rp.1.020.000
Paving blok 21.580 biji, 2.500/biji Rp.53.950.000 (Harusnya/meter)

A.Total Belanja Rp.88.200.000

Gaji pekerja 1. Rp.19.050.000
Gaji pekerja 2. Rp.24.962.500
Gaji pekerja 3. Rp.9.600.000

B.Total Pengeluaran Orang Kerja Rp. 53.612.500

A+B Pengeluaran 141.812.500

C. Pajak Rp.11.214,720

D. Jumlah A+B+C Rp.153.027.220

E. Total Anggaran secara keseluruhan (jaga 4 dan 5) Rp. 153.828.500

F. E-D = Sisa Rp 801.280

G. Gaji TP2K Rp.2.200.000 tidak terperinci (belum terbayar sedangkan sisa anggaran (F) tidak mencukupi lagi)

Lampiran tersebut diduga banyak yang direkayasa karena tambahan 70 Meter tidak jelas anggarannya dari berapa meter sehingga ditambah 70 meter dan menjadi 117 meter. (nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *