Lecehkan Bupati Minsel, Diduga Manajemen PT Global Coconut Jual Perusahaan Tanpa Sepengetahuan Aparat Desa

Amurang, MR – PT Global Coconut perusahaan dikabarkan tak lagi beroperasi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pasalnya, perusahaan milik investor asal India yang bergerak di bidang food (tepung kelapa) telah dijual kepada investor lain.

Hukum Tua Desa Radey, Kecamatan Tenga, Theodorus Lamonge kepada wartawan, Kamis (26/03), mengatakan sampai saat ini pihak perusahaan tidak pernah melapor terkait transaksi mereka ataupun pendampingan untuk melihat batas-batas tanah.

Bahkan, pihak perusahaan tidak pernah datang menginformasikan jika aset mereka akan dijual ke pihak lain.

“Sebagai pemerintah desa kami harus tau siapa pihak berikutnya yang memegang aset perusahaan tersebut. Itu namanya perusahaan yang tidak tau aturan. Karena masyarakat desa saja apabila ada transaksi jual beli lahan baik tanah pekarangan maupun perkebunan harus melibatkan pemerintah desa setempat, apalagi ini perusahan besar. Hal ini jelas pelecehan terhadap Bupati Minsel Christiany Paruntu, dimana Kumtua (Hukum Tua) adalah perpanjangan tangan beliau (bupati, red),”ungkap Lamonge.

Bukan hanya itu saja, katanya, proses jual beli aset yang terletak di desa tentunya ada aturan yang harus ditaati.

“Jadi kami memintah kepada manajemen baik yang lama dengan yang baru harus proaktif dalam hal ini,”tandas Lamonge.

Informasi yang diperoleh wartawan media ini melalui sumber yang sangat dipercaya menyebutkan, PT Global Coconut telah di jual ke pihak PT Saza, selanjutnya ke investor asing lain dari Jerman.

Pihak perusahan saat konfirmasi wartawan media ini, tidak mau di temui dengan alasan sedang sibuk.

“Saya sudah ijin ke pimpinan tapi katanya blom bisa terima tamu karna sibuk,”ucap salah satu Security.(nal’s)