Masih Banyak Masyarakat Belum Ter-cover, Bupati CEP Harap Pemerintah Pusat Robah Kebijakan BLT DD Minimal 50 Persen

Amurang, MR – Dengan dimulainya penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menilai kebijakan ini sangat baik dan membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Meski demikian, setelah melihat langaung penyalurannya dan penerima, Bupati CEP merasa masih sangat kurang karena tidak mengcover semua masyarakat yang terdampak.

Dirinya berharap, Pemerintah Pusat melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran Bantuan langsung Dana Desa.

“Saya mendapat informasi dari Hukum Tua (kades) bahwa ada desa yang tidak mencukupi BLT DD-nya apabila mengacu ke Permendes Nomor 06 tahun 2020. Kalau boleh jangan sebatas 25,30 atau 35 persen dari dana desa untuk BLT, karena covid-19 ini menyerang tidak hanya sebagian tapi hampir merata kepada seluruh masyarakat, kalau boleh minimal 50 persen agar bisa tercover semua masyarakat yang terdampak,”ujar Bupati CEP, saat berada di Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, dalam kegiatan pemantauan penyaluran BLT DD, Selasa (19/05).

Kepada sejumlah awak media Hukum Tua Desa Arakan Musa Budiman, membenarkan hal tersebut, dimana mengacu sesuai Permendes dana tersebut tidaklah cukup.

“iya Ibu Bupati, berdasarkan data dari relawan banyak masyarakat kami yang tidak bisa tercover dari kegiatan jaring pengaman sosial, termasuk BLT. Jadi kami memohon Ibu Bupati untuk dapat membantu memperjuangkan masyarakat kami,”imbuh Budiman.

Bupati Minsel dua periode ini terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran kepada masyarakatnya, termasuk salah satunya memantau penyaluran BLT DD ke desa-desa.(nal’s)