Matinya Terumbu Karang di Pantai Molinow Diduga Karena Limbah PT Global

Amurang, MR – Biota laut terutama terumbu karang yang ada di perairan Molinow terutama yang terdapar dihilir sungai Tongop banyak yang mati dan berserakan di pantai diduga akibat tercemarnya air laut dengan limbah yang dibuang PT Global Coconut.

Steven Pananggung salah satu masyarakat peduli terumbu karang dan biota laut yang setiap hari melakukan aktifitasnya di daerah pesisir yang masuk dalam areal penyangga Bunaken menyesalkan kejadian itu.

“Kalau dugaan itu benar saya kira ada undang-undang yang mengaturnya dan pasti ada sanksinya,”kata pria berlesung pipi tersebut.

Rusaknya terumbu karang dapat di jerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Dalam pasal 98  ayat (1) UU 32/2009  yang menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”. 

Olehnya, PT Global Coconut yang diduga telah merusak lingkungan pantai Molinow diminta ikut bertanggung jawab.(nal)