Memutus Penyebaran Virus Corona, Ini Kebijakan Walikota GSVL Perketat Orang Masuk/Keluar Manado

Manado, MR – Meski tidak akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti desakan sebagian besar warga Manado, Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mengambil kebijakan memperketat orang yang masuk/keluar wilayah Kota Manado.

Kebijakan ini diambil Walikota GSVL selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Rencana memperketat keluar-masuk orang di Kota Manado, kata Walikota GSVL, dengan melakukan penjagaan di batas Kota Manado oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) kepolisian serta aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Mohon izin saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Manado menginfokan langkah lanjut yang akan dilakukan di wilayah Kota Manado dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”tukas Walikota GSVL, Senin (25/05).

Selengkapnya, ini rencana pembatasan orang keluar-masuk wilayah Kota Manado beserta syarat dan dokumen yang harus diperlihatkan kepada tim gabungan Gugus Tugas Covid-19 di batas Kota Manado:

  1. Di semua pintu masuk ke wilayah Manado dari kabupaten/kota (Minahasa, Tomohon, Minahasa Utara) akan dilakukan pembatasan dengan cara pembuatan Pos Jaga.
  2. Setiap orang yang masuk wilayah Manado harus dilengkapi surat keterangan kesehatan (rapid-tes) dari rumah sakit, Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan yang resmi. Dan izin lakukan perjalanan dari Lurah atau Kepala Desa dari desa atau kelurahan tempat tinggal dan menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga.
  3. Setiap orang wajib pakai masker. Kalau tidak gunakan masker maka tidak diizinkan masuk wilayah Kota Manado.
  4. Di pos jaga setiap orang yang masuk akan di-test oleh petugas. Jika suhu badannya di atas 38° C akan langsung diantar oleh petugas ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
  5. Penumpang dalam kendaraan roda 4 ke atas dibatasi maksimal 50% dari total seat yang ada, untuk tujuan jaga jarak.
  6. Jam masuk Manado, Pukul 06.00 – 19.00 Wita.
  7. Pengecualian dari aturan pembatasan ini adalah: petugas kesehatan, ambulance yang membawa orang sakit, ambulance yang membawa jenazah, pemadam kebakaran, mobil pribadi yang membawa orang sakit menuju rumah sakit rujukan, petugas Polisi dan TNl, serta keadaan darurat lainnya.
  8. Petugas Pos Jaga dari tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Polisi dan TNI (AD, AL, AU).
  9. Pembatasan ini akan mulai berlaku Rabu 27 Mei sampai 10 Juni 2020, dan akan dievaluasi kelanjutannya.