Mengaku Dekat Dengan Bupati dan Sejumlah Pejabat Minsel, Oknum Perangkat Desa Takut-takuti Warga

Bantuan Untuk Kelompok Tani/Nelayan Diduga Diperjual-belikan

Amurang, MR – Merasa memiliki kedekatan dengan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Paruntu serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel, oknum perangkat Desa Sondaken, Kecamatan Tatapaan berinisial RR alias Ron, diduga melakukan intimidasi dengan menakut-nakuti anggota kelompok tani/nelayan setempat.

Apalagi, oknum RR juga Ketua Kelompok Nelayan di Desa Sondaken, sering memanfaatkan bantuan kelompok seperti kapal ikan, mesin kapal (motor tempel), traktor, hewan ternak serta bantuan uang tunai, untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, ada bantuan yang diperjualbelikan kepada masyarakat desa tetangga, sehingga anggota kelompok hingga kini tidak merasakan atau menggunakan bantuan-bantuan tersebut.

Dari penuturan RR kedekatannya dengan Bupati CEP dan sejumlah kepala perangkat daerah di Minsel karena sering dirinya membawa ikan kepada para petinggi Kabupaten Minsel itu.

Makanya, jika dirinya ingin menelpon Bupati dan pejabat-pejabat Minsel langsung direspon mereka.

“Kita kalu telepon pa Bupati deng kadis-kadis satu kali ba bunyi langsung angka. Bupati deng kadis-kadis kita ja bawah akang ikan basar,”kata RR dihadapan masyarakat Sondaken, seperti dikutip Willy Warfa, warga Desa Sondaken, kepada wartawan manadoreal.com.

“Kata-kata ini terungkap saat Ronny beradu argumen dengan sejumlah masyarakat Desa Sondaken,”ujar Willy.

Sejumlah masyarakat Desa Sondaken yang menjadi anggota kelompok tani/nelayan, mengakui bantuan yang diterima kelompoknya tudak pernah dipergunakan untuk kepentingan kelompok tani/nelayan di desa tersebut.

“Alat-alat bantuan seperti kapal ikan, mesin kapal (motor tempel), traktor, hewan ternak serta bantuan uang tunai tidak pernah dipakai anggota kelompok. Setiap kali akan ada bantuan cepat-cepat ini oknum beking kelompok tani ato kelompok nelayan, mar depe alat bantuan nda pernah anggota kelompok nikmati melainkan dia jual,”tukas Willy.

Sementara, Ronny Runtuwarouw saat dikonfirmasi wartawan media ini membantah hal tersebut.

Menurutnya, dirinya tidak pernah menjual alat-alat bantuan tersebut, namun hanya dipinjam-pakaikan.

“Alat-alat tersebut saya tidak jual, tapi karena ada perbaikan dengan anggaran yang besar sehingga kami pinjam-pakaikan dengan sistem bagi hasil,”tutur Ronny.

Beberapa pejabat yang disebut-sebut RR, ketika dikonfirmasi membantah keras apa yang dikatakan RR kepada warga jika mereka menerima apapun dari oknum perangkat desa itu.

“Saya tidak pernah menerima apapun dari saudara Ronny, yang ada kalau dia ke kantor hanya membawa proposal dan itupun belum direalisasi karena harus bertahap dan bergilir, jadi tidak benar kalau Ronny ja bawa akang ikang,”tandas Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Minsel, Ir Alexander Sonambela.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Hendrie Lumapow, saat menerima masyarakat Desa Sondaken di kantor Dinas PMD.

“Saya tidak pernah menerima apa yang dikatakan Ronny Runtuwarouw,”tegas Lumapouw, dengan nada tinggi, seraya langsung menelepon oknum perangkat desa tersebut. (nal’s)