MoU Pemkot Manado Dengan Badan Informasi Geospasial

Dilakukan Wawali Mor Mewakili Walikota Vicky Lumentut di Cibinong

MEWAKILI Walikota Manado Vicky Lumentut SH MSi DEA, Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) di Aula Utama BIG Cibinong Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/05).

Selain dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, BIG juga melaksanakan MoU dengan beberapa daerah yakni Pemkot Palembamg, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir, Pemkab Sukabumi, Pemkab Pati, Pemkab Sampang, Pemkab Sabu Raijua, Pemkab Sumba Timur, dan Pemkab Buton Tengah.

Ada juga kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Institut Teknologi Nasional (Itenas) dan PT Ganesha Media Nusantara.

Dalam sambutannya, Wawali Mor mengatakan Kota Manado telah merasakan manfaat informasi geospasial yang diberikan BIG. Sehingga kedepan kerjasama dengan BIG perlu dilanjutkan dengan penandatanganan MoU.

“Saya mewakili Pak Walikota Manado menyampaikan terima kasih kepada Badan Informasi Geospasial yang telah membantu pemerintah Kota Manado dalam menyajikan data secara geospasial. Kami telah merasakan manfaat dari informasi geospasial ini ketika kami mengintegrasikannya melalui Cerdas Command Center yang dimiliki pemerintah Kota Manado. Saya berharap kedepan kerjasama dengan BIG akan terus dilanjutkan,” ujar Wawali Mor.

Dikatakan, berkat bimbingan dan bantuan dari BIG, tahun 2017 lalu Kota Manado berhasil meraih penghargaan Bhumandala Award.

“Semoga kerjasama ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengolahan data di Kota Manado. Karena, tahun lalu kami berhasil meraih penghargaan Bhumandala Award,” tukas Wawali Mor.

 

Langkah Pemkot Manado Diakui BIG

KEPALA Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin mengakui langkah yang diambil Pemkot Manado dalam memanfatkan kerjasama dalam bidang informasi geospasial.

“Saya salut kepada pemerintah Kota Manado yang menganggarkan dalam APBDnya untuk pengembangnan manfaat informasi geospasial. Anggaran kami lewat APBN kami terbatas dan biasanya ada skala prioritas, sehingga jika ingin cepat silahkan dibiayai lewat APBD dengan menggunakan pihak ketiga,” tandas Zainal Abidin didampingi Sekretaris Utama BIG Titi Suparwati.

Menurutnya, Pemkot Manado sangat berani melakukan terobosan menggunakan konsultan yang dibiayai lewat dana APBD Kota Manado.

“Langkah ini perlu ditiru oleh daerah lainnya di Indonesia. Mungkin Manado adalah satu-satunya daerah yang memanfaatkan informasi geospasial dengan menggunakan dana APBD,”tandasnya.

Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama bersama BIG diselingi dengan penyerahan cenderamata. Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan Launching Atlas Mudik di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Tampak mendampingi Wawali Mor, Olvie Mangindaan dari perwakilan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), serta sejumlah personil staf BIG yang dimiliki Pemerintah Kota Manado.(*)

 

Peliput : stephen (MR)