Pembuatan Paving Blok Desa Teep Timbulkan Polemik dan Kontroversi

Amurang, MR – Terangkatnya masalah pembuatan/pekerjaan jalan desa (paving blok) di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, menimbulkan polemik dan kontroversi serta diduga sarat spekulasi yang dilakukan oknum perangkat desa, BPD serta Pendamping Desa (PD) Kecamatan Amurang Barat.

Beberapa awak media saat mengkonfirmasi masalah itu kepada perangkat desa dan BPD Desa Teep pada 16 September, terkuak pembuatan/penambahan jalan Paving Blok di jaga 5 tidak masuk pada Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Sekretaris Desa Mimi Katihokang mengakui jika pekerjaan tersebut ada penambahan meakipun tidak tahu sumber dananya.

“Sumber dana tambahan pekerjaan yang 70an meter itu kita nda tau,”ujarnya.

Sedangkan Harvie Pondaag Sekretaris BPD Desa Teep menjelaskan anggaran tersebut diambil dari anggaran pemasangan lampu jalan 10 unit dan dikurangi 4 unit sehingga anggaran dari 4 unit lampu jalan tersebutlah yang dijadikan anggaran pada penambahan pembuatan Paving Blok, kendati tidak masuk dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) Desa Teep.

“Pendamping Desa kan bukan hanya satu desa yang diurus tapi ada beberapa desa, sehingga keterlibatan Pendamping Desa hanya melihat awalnya saja,”kata Pondaag.

Saat ditanya terkait Pandamping Desa (PD), Pondaag mengatakan Pendamping Desa melayani banyak desa.

Audy Lengkong Pendamping Desa Kecamatan Amurang Barat saat dikonfirmasi via telepon selulernya Sabtu (21/09) lalu, mengatakan apa yang dilakukannya sudah sesuai aturan.

“Dan kami selaku pendamping desa selalu menghimbau agar supaya pekerjaannya harus sesui dengan Rencana Anggaran Belanja dan itu sudah berulang-ulang kali saya sampaikan tapi kalau mereka (pemerintah desa,red) tidak menggubrisnya kan resikonya mereka yang akan terima. Untuk penambahan 70an meter yang tidak masuk dalam RAB saya tidak tau,”tandas Lengkong.

Pejabat Hukum Tua (Kuntua) Desa Teep Grace Sangian, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (23/09), tidak menanggapi dan langsung bergegas keluar ruangan dengan alasan akan ada rapat bersama di kantor kecamatan.(nal)