Pemerintah Terapkan Sistem Rangking

Banyak CPNS Tidak Lulus Seleksi Kompetensi Dasar

Bogor. MR — Sistem rangking sebagai alternatif kriteria kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan diterapkan pemerintah. Mengingat angka kelulusan SKD dalam seleksi CPNS tahun 2018 dinilai sangat rendah, disebabkan banyaknya peserta yang tidak memenuhi passing grade atau batas nilai minimal.

Olehnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 38 Tahun 2018 sebagai payung hokum, sehingga bagi peserta yang tidak memenuhi passing grade tetap bisa lolos lewat sistem rangking.

“Kita tidak berorientasi pada passing grade, tapi berorientasi pada rangking,”jelas Syafruddin, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11).

Dikatakan, pemerintah tidak menurunkan passing grade yang sudah ditetapkan sejak awal. Sebab, penurunan passing grade dikhawatirkan justru akan menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur negara.

“Jangan sampai ini mundur karena itu kita kembali ke sistem rangking saja,”tukasnya.

Syafruddin mencontohkan, apabila sebuah lembaga membutuhkan 100 aparatur, maka di tes awal ini akan dilakukan pemeringkatan nilai tertinggi dari 1-300. Selanjutnya, 300 peserta itu akan mengikuti seleksi tahap berikutnya.

“Kira-kira begitu jalan keluar yang terbaik. Tapi tidak menurunkan grade,”tandasnya.

Syafruddin memastikan sistem ranking ini akan dilakukan secara transparan dan peserta CPNS dapat memantau langsung berapa nilai mereka dan para pesaingnya.(kcm/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *