Pemkot Kotamobagu Mulai Terapkan Kegiatan Belajar Mengajar dengan Metode Tatap Muka Terbatas

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Rastono SPd MPd

Kotamobagu, MR – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pendidikan mulai 2 November 2020 menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan metode tatap muka terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu melalui Sekretaris Dinas Rastono SPd MPd, yang ditemui ManadoReal.com diruang kerjanya, Senin (02/11), menjelaskan pelaksanaan KBM ini berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu bernomor 400/disdik-kk01424/202, dengan mengacu pada Protokol Kesehatan Covid 19.

“Kegiatan belajar mengajar untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama mulai dilaksanakan hari ini Senin 2 November, tetapi menggunakan metode tatap muka terbatas,”ungkap Rastono.

Dikatakan, hasil pantauan KBM dengan metode tatap muka terbatas ini berjalan dengan baik sesuai protokol kesehatan.

“Kegitan belajar mengajar dengan menggunakan metode tatap muka terbatas ini, sesuai hasil pantauan dari Kepala Dinas dan beberapa pejabat lain hasilnya sangat memuaskan, karena segala fasilitas yaitu sarana tempat cuci tangan di sekolah semua sudah tersedia, serta siswa tetap menggunakan masker dan hand sanitazer,”ujar Rastono.

Ditambahkan, dalam KBM tatap muka terbatas ini dibagi dua shift serta jam dan siswa terbatas.

“Untuk proses kagiatan belajar mengajar degan metode tatap muka terbatas yaitu sekolah hanya diberikan dua mata pelajaran setiap hari sekolah dalam waktu 2 jam dan dibagi shift untuk kelompok kelas berikutnya, dan untuk tiap kelompok kelas belajar SD dan SMP hanya maksimal 10 orang siswa,”tutur Rastono.

Ia juga mewarning para kepala sekolah agar memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Karena dalam proses kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas ini selalu akan di kontrol oleh tim dari Dinas Pendidikan, apakah sudah menjalankan sesuai prosedur yang telah dikeluarkan oleh pemerintah yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,”tukasnya.

Rastono berharap adanya peran serta orang tua siswa untuk membantu tugas guru dalam suasana pandemi Covid-19 ini.

“Bagi orang tua siswa juga saya harap untuk membantu akan proses pembelajaran tatap muka terbatas ini, kalau boleh tiap siswa harus di antar jemput untuk menghindari mereka berkerumun banyak orang, apalagi mereka ini sudah hanpir 1 tahun tidak bertemu atau bertatap muka langsung,”pungkas Rastono.(jhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *