Pemkot Manado Raih Penghargaan Bhumandala Award

Satu-Satunya Daerah Luar Jawa Yang Sukses Terapkan Informasi Geospasial 

SATU lagi penghargaan diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimpinan Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dikancah nasional.

Bersama tiga kota lainnya di Indonesia, Kota Manado menjadi satu-satunya wakil dari luar Pulau Jawa khususnya kawasan Indonesia Timur yang ditetapkan sebagai penerima penghargaan Bhumandala Award 2017 kategori Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial.

Penghargaan dalam rangka Hari Informasi Geospasial 2017 diserahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof DR Bambang PS Brojonegoro tersebut, diterima Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, mewakili Walikota GSVL, di Cibinong, Propinsi Jawa Barat, Selasa (24/10).

Ketiga daerah yang ditetapkan untuk menerima penghargaan Bhumandala Award 2017 itu terdiri dari Kota Manado, Kota Surabaya dan Kota Semarang. Untuk mendapatkan penghargaan ini tidaklah mudah karena tim penilai benar-benar melakukan seleksi ketat bertahap.

“Kita bersyukur karena Kota Manado berhasil mendapatkan penghargaan Bhumandala Award tahun 2017. Penghargaan ini diberikan terkait pemanfaatan informasi geospasial, bahkan untuk mendapatkan penghargaan ini tidaklah mudah, karena harus melalui seleksi ketat secara bertahap,” ujar Wawali Mor, 

Dijelaskan, pihaknya mengaku bangga, karena Kota Manado mewakili seluruh kota/kabupaten diluar Pulau Jawa.

“Diantara tiga daerah yang diundang untuk mendapatkan penghargaan Bhumandala Award, hanya Kota Manado yang berasal dari luar Pulau Jawa khususnya dari Indonesia Timur. Ini suatu kebanggaan bagi kita karena bisa mewakili kabupaten/kota yang ada di luar Pulau Jawa,” tukasnya.

Meski demikian, dirinya berharap penghargaan itu bisa memacu semangat jajaran Pemkot Manado untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya dalam pemanfaatan informasi Geospasial.

“Teknologi yang canggih sekalipun, tetapi tidak ditunjang SDM yang handal, itu sama saja tidak maksimal dan tak lengkap. Maka dari itu, kita harus bisa terus mengasah SDM yang dimiliki warga yang ada di Kota Manado terlebih khusus abdi negara yang ada di jajaran Pemkot Manado untuk lebih berkreasi demi pelayanan ke tengah masyarakat dan peningkatan pembangunan, ” pungkas Wawali Mor.

Kehadiran Wawali Mor untuk menerima penghargan tersebut didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado DR Liny Tambajong, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) DR Peter KB Assa, Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Steven Runtuwene SSos, bersama sejumlah tim Geospasial Pemkot Manado.(*)

 

 

Wawali Mor Presentasikan Keunggulan Geospasial Manado di Jakarta

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Manado satu-satunya kota/kabupaten diluar Pulau Jawa berhasil meraih penghargaan Bhumandala Award di Cibinong, Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut penghargaan yang diterima Kota Manado, Wakil Walilkota Mor Dominus Bastiaan SE yang mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mendapat kesempatan mempresentasikan keunggulan Kota Manado dalam pemanfaatan informasi Geospasial untuk pemetaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), di Grand Balroom Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, Kamis (26/10).

Dihadapan tiga menteri yakni Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan DR Ir Siti Nurbaya Bakar MSc.

Dalam pemaparan yang dilaksanakan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta, Wawali Mor mengatakan Pemkot Manado memiliki sistim aplikasi DIKOMANDO atau Data Informasi Kota Manado.

Dimana dalam sistem ini, dilakukan pemetaan warga wajib PBB.

“Dalam aplikasi ini akan diketahui, mana yang sudah membayar PBB, mana yang belum. Ini akan terlihat dari warna yang ada, kalau warna hijau berarti sudah bayar, tapi kalau warnanya merah berarti belum bayar. Dari data itu, kami akan tindakllanjuti serta mendorong warga kota Manado untuk membayar PBB,” jelas Wawali Mor.

Lanjut dikatakan, aplikasi DIKOMANDO yang diterapkan di Manado memanfaatkan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) dengan memanfaatkan informasi geospasial.

“Mari kita dukung informasi geospasial ini yang sangat membantu pemerintah daerah dalam penataan layanan publik yang lebih baik kedepan,” tukas Wawali Mor.

Kepala BIG Hasanudin Zainal Abidin dalam laporannya mengatakan Kebijakan Satu Peta dapat dimanfaatkan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pelayanan publik. “Kami siap membantu Pemda,” pungkasnya.

Sementara itu secara terpisah, Walikota GSVL menegaskan untuk mendapatkan penghargaan Bhumandala Award tidaklah mudah. Daerah yang akan dinilai harus memiliki kualifikasi dan kualitas yang sangat baik dalam pemanfaatan informasi geospasial.

“Kita bersaing ketat dengan daerah lainnya. Seleksinya sangat ketat, dan Kota Manado masuk tiga besar yang mendapat penghargaan dibidang geospasial. Kebanggaan kita karena Kota Manado adalah satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang meraih penghargaan ini dan utusan Indonesia Timur,” tandas Walikota GSVL.

Dirinya mendorong Perangkat Daerah lainnya di Pemkot Manado, untuk dapat berinovasi melakukan terobosan seperti yang dilakukan Tim Kerja Geospasial.

“Penghargaan ini saya harap menjadi motivasi bagi kerja Perangkat Daerah untuk mampu berinovasi pada instansi masing-masing,” pungkas Walikota pilihan rakyat Manado itu.(*)

 

Peliput : Stephen (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *