Penerima Bantuan Tak Tepat Sasaran, Pembagian BLT-DD Desa Popareng Dipertanyakan Warga

Amurang, MR – Sejumlah warga memadati Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Selasa (19/05).

Penyaluran bantuan tersebut ternyata mengundang perhatian warga lainnya yang melintas di depan BPU.

Pasalnya, saat penyaluran bantuan berlangsung, sejumlah warga juga melakukan aksi protes kepada Pemerintah Desa Popareng yang dinilai tidak adil.

Warga memprotes karena penerima BLT-DD tidak tepat sasaran kepada warga terdampak Covid-19. Malah diduga penerima ada dari aparat perangkat desa, pengusaha bahkan ada penerima ganda.

Gita Agama salah satu warga yang mempertanyakan kinerja Pemdes serta BPD dan relawan yang turun langsung lapangan memverifikasi penerima BLT tersebut dan selanjutnya dilakukan penetapan melalui musyawarah desa dan ditetapkan dalam Musdesus.

“Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah desa dalam hal ini Kumtua Servie Ratu SE, dan ketua BPD Desa Popareng yang terkesan hanya pilih-pilih warna, sebab banyak masyarakat yang sangat layak untuk dapat bantuan tersebut tapi hanya diberikan kepada keluarga yang tidak layak mendapatkan bantuan tersebut diantaranya keluarga Kumtua dan perangkat desa,”ujar Agama.

Yotje Pananggung tokoh masyarakat desa Popareng juga membenarkan hal tersebut, dan meminta Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu untuk mengevaluasi kinerja pejabat Hukum Tua (Kumtua).

Sementara, Kumtua Servie Ratu saat dikonfirmasi mengatakan penerima bantuan sudah sesuai kriteria.

“Dan kami harus menjalankan apa yang sudah menjadi keputusan bersama,”tukas Ratu.

Hal senada dikatakan Ketua BPD Desa Popareng Ferry Runtukahu STh.

“Masyarakat yang mendapat bantuan sudah sesuai petusan musyawarah desa dan sudah sesuai mekanisme serta tahapan,”pungkas Runtukahu. (nal’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *