Pengusaha ‘Nakal’ di Pulau Bunaken dan Siladen ‘Diburu’ DPM-PTSP Manado

Manado, MR – Tak pernah berhenti Tim Pengawasan Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Manado memburu para pelaku usaha ‘nakal’ yang beraktifitas tanpa mengantongi ijin di daerah ini.

Tidak hanya yang ada didaratan Kota Manado, para ‘pengusaha nakal’ di pulaupun tak luput dari buruan instansi yang dipimpin Kepala DPM-PTSP Kota Manado Jimmy Rotinsulu SE MSi itu.

Seperti Kamis (11/07), Tim Pengawasan Perijinan DPM-PTSP bergerak menuju Pulau Bunaken dan mendapati adanya aktifitas pekerjaan pembangunan sebuah bangunan milik salah satu bos maskapai penerbangan Indonesia.

Setelah ditelusuri, bangunan tersebut belum mengantongi ijin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Tak pelak, dua buah baliho besar bertuliskan “Bangunan Ini Tidak Memliki Ijin” dipasang DPM-PTSP.

“Setelah kita melihat langsung di lokasi Pulau Bunaken ini, bangunan yang sementara dikerjakan ini tidak mengantongi ijin. Mestinya, mereka atau pengusaha mengurus ijin dulu sebelum membangun, apalagi letak bangunan berada ditepi pantai. Harus dilihat dulu Garis Sempadan Pantainya sampai dimana baru boleh membangun. Makanya, kami telah memasang baliho peringatan dan menghentikan pekerjaan,”tandas Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Kebijakan DPM-PTSP Manado Steven Runtuwene SSos.

Dirinya berharap, setelah ‘disegel’ sementara, pihak penguaha bisa mengurus perijinan agar tidak menimbulkan preseden buruk terhadap pembangunan tempat usaha tersebut.

Tidak hanya di Pulau Bunaken, Tim juga menuju Pulau Siladen tepatnya di Siladen Resort. Di lokasi, Tim Pengawan Perijinan menemukan jika beberapa bagian usaha cottage milik warga Italia tersebut tidak dilengkapi ijin. Sehingga, harus dipasangi baliho peringatan agar pengusaha melengkapi ijinnya.

“Siapapun dia, mereka yang melakukan usaha di Kota Manado harus mengantongi ijin. Jika ingin menambah bangunan atau merubah bentuk bangunan, harus melapor ke DPM-PTSP untuk dilakukan penyesuaian. Jadi tidak bisa seenaknya menambah bangunan atau merubah struktur bangunan, harus ada ijin dulu atau merubah IMB (Ijin Mendirikan Bangunan),”pungkas Runtuwene, yang dikenal tegas dalam penindakan ‘pengusaha nakal‘ di Kota Manado.(stephen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *