Perusahaan ‘Siluman’ Diduga Beroperasi Tanpa Ijin di Pantai Malalayang

Manado, MR – Perusahaan yang tidak jelas alias siluman diduga beroperasi tanpa ijin di kawasan pantai Malalayang, tepatnya samping Poltekes Manado, Kecamatan Malalayang, dengan melakukan kegiatan bongkar muat galian C.

Terpantau media ini, tampak terparkir satu unit kapal tongkang dan dua unit takboat yang nantinya akan memuat material pasir yang diduga akan dibawa keluar Sulawesi Utara.

Terlihat pula gundukan ratusan kubik pasir yang siap diangkut ke kapal tongkang serta alat berat yang dipakai untuk melakukan bongkar muat material tersebut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado Capt Mosez Imanuel Karaeng saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Lalu lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Rusli SH MM mengatakan pihaknya belum mengetahui kalau ada perusahaan yang melakukan kegiatan di pesisir pantai Malalayang.

“Saya akan cek dulu terkait perijinan perusahaan tersebut dan sejauh ini saya belum tahu kalau ada kegiatan di pantai Malalayang yang belum kantongi ijin,”ujar Rusli, sambil bergegas keluar dari kantornya.

Sementara pemilik perusahaan saat dikonfirmasi tidak berada di tempat. Salah satu karyawan yang namanya tidak mau disebut mengatakan jika pimpinannya tidak berada di tempat dan hanya para buruh yang bekerja.

Diketahui, pasal 339 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, sangat tegas ditegaskan setiap pemanfaatan garis pantai untuk melakukan kegiatan tambat kapal dan bongkar muat barang di luar kegiatan di pelabuhan, Tersus, TUKS, wajib memiliki izin.

Dalam ketentuan Undang-Undang tersebut perusahaan wajib memiliki izin pelabuhan, Tersus atau TUKS, jika dilanggar sanksinya pidana penjara 2 tahun dan denda Rp300 juta.(mrc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *