Pimpin Apel Tim Edukasi dan Promosi Kesehatan, Walikota GSVL Ajak Lakukan 3M Dengan Cerdas

Manado, MR – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Manado, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bersama TNI/Polri serta stakeholder, menggelar apel Tim Edukasi dan Promosi Kesehatan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Kota Manado, di area Tugu Lilin, kawasan Pelabuhan Manado, Selasa (04/08).

Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, yang memimpin langsung apel tersebut mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Manado yang telah berlangsung lebih dari 4 bulan ini.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Manado mari panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar torang samua bersama-sama bergandengan tangan dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Manado dapat segera memutuskan mata rantai pandemi Covid 19 yang telah berlangsung kurang lebih 4 bulan ini,”tukas Walikota GSVL.

Dikatakan orang nomor satu di Manado itu, melewati masa adaptasi kebiasan baru harus dilakukan dengan cerdas yakni 3M, Menjaga jarak, Memakai masker dan Mencuci tangan dengan sabun.

“Mari kita melewati masa Adaptasi Kebiasaan Baru dengan cerdas dengan 3M yaitu dengan cerdas Menjaga Jarak, dengan cerdas Memakai Masker, dan dengan cerdas Mencuci tangan dengan sabun sambil tetap berdoa semoga akal budi, hikmat, dan kebijaksanaan selalu menjadi bagian dalam upaya memutus mata rantai Covid 19 khususnya di Kota Manado dan daerah Sulawesi Utara pada umumnya,”tandas Walikota GSVL.

Ditambahkan Walikota, berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Manado hingga 4 Agustus 2020 berjumlah 1.424 kasus, dirawat 704 , sembuh 643 orang dan meninggal dunia 77 orang.

“Dan sampai pada saat ini Kota Manado masih berada dalam Zona merah (skor 1,78). Berdasarkan skor tersebut maka Kota Manado berada dalam Zona Resiko Tinggi,”tukas Walikota GSVL.

Pemimpin pilihan rakyat Manado itu mengingatkan masyarakat agar mentaati protokol kesehatan serta aturan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Ketika terpaksa harus berartifitas di luar rumah, hindarilah keramaian kerumunan, tetap menjaga jarak 1 sampai 2 meter dengan orang Iain, dan jika urusan sudah selesai, segera kembali ke rumah, Iangsung mandi dan mencuci pakaian yang kita pakai, baru kita bisa bercengkerama dengan anggota keluarga kita. Marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita juga dengan mematuhi ajakan pemerintah,”tukasnya.

Dijelaskan Walikota GSVL, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI nomor 328/2020 tentang panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 ditempat kerja
Perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemic serta peraturan Gubernur Sulawesi Utara nomor 44 tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman di provinsi Sulawesi Utara.

“Termasuk didalamnya bentuk implementasi sektor yang harus kita Iakukan yakni melakukan testing yang intensif, menelusuri kontak kasus positif, Suspek dan KERT (Kontak Erat Resiko Tinggi), masyarakat harus selalu berada dl rumah, pertemuan publik tidak diperbolehkan dan tempat-tempat umum (publik/keramaian) ditutup alias nembole jaga kumpul, aktivitas bisnis ditutup kecuali untuk keperluan esensial seperti farmasi, supermarket bahan pokok, klinik dan stasiun bahan bakar, fasilitas kesehatan diprioritaskan, fasilitas pendidikan ditutup dan dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ,”ujar Walikota GSVL.

Dirinya mengajak agar masyarakat tidak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Jangan lupa kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa segala upaya preventif atau pencegahan yang telah torang kerjakan bersama dengan kesungguhan hati agar pandemi ini cepat berakhir. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Salam sehat pa torang semua,”pungkas Walikota GSVL.(stephen)