Polres Mitra Amankan Tiga Penambang Ilegal di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri

Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono SIK MH MSi

Mitra, MR – Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) mengamankan tiga tersangka penambang ilegal di wilayah Kebun Raya Megawati Sukarno Putri (KBR).

Hal ini dilakukan guna pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

Melalui press release, Rabu (31/03), Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono SIK MH MSi menjelaskan, ini adalah kasus yang kesekian kali ditangani pihaknya, setelah mulai melakukan penegakan hukum semenjak Desember 2020 tahun kemarin.

Dikatakan Kapolres Rudi Hartono, ketiga tersangka masing-masing atas nama AA alias Ayon (37), warga Desa Buku Selatan, Mitra, RS alias Ical (26), warga Desa Leleko, Kabupaten Minahasa dan IL alias Irhandi (41), warga Desa Ratatotok Timur, Mitra. Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/ 33 / III / 2021 / Res Mitra, tanggal 22 Maret 2021, LP/ 34 / III / 2021 / Res Mitra, tanggal 24 Maret 2021 dan LP/ 36 / III / 2021 / Res Mitra, tanggal 31 Maret 2021.

“Jadi ketiga tersangka ini yang mendanai atau sebagai kepala rambangan dari orang-orang yang bekerja di lokasi kebun raya Megawati Soekarnoputri. Jadi mereka mendatangkan orang-orang masuk kemudian dari hasil itu para tersangka ini yang mengolah,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, pihaknya mengamankan barang bukti berupa enam buah linggis, tiga buah betel, tiga buah martir, satu buah sekop, empat karung berisi tanah (REP) dan satu buah alkon.

“Pasal yang dilanggar yaitu pasal 94 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 18 Tahun 2013 tentang Tindak Pidana Pengrusakan Hutan. Dengan pidana penjara paling singkat 8 (delapan) tahun dan paling lama 15 (lima belas tahun) dengan denda paling sedikit Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar) dan paling banyak Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah),” beber Kapolres.

Lanjut dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini berawal dari Informasi masyarakat, bahwa adanya pengrusakan hutan yang terjadi di wilayah Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok.

“Sehingga dilakukan operasi terhadap pelaku pengrusakan sehingga dilakukan penindakan terhadap tiga pelaku pengrusakan hutan dan di proses sesuai hukum yang berlaku. Perkembangan penanganan perkara saat ini dalam tahap penyidikan. Dan ketiga tersangka saat ini diamankan di Polsek Ratahan,” ungkap Kapolres.

Berkaca dari kasus tersebut, Kapolres berharap baik masyarakat Minahasa Tenggara maupun masyarakat yang datang dari luar, untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan dikawasan tersebut. Karena pihaknya setiap saat melakukan patroli dan akan menindak tegas bagi masyarakat yang kedapatan melakukan aktivitas pertambangan dilokasi tersebut.

Sebagai bentuk sosilisasi informasi, sambung Kapolres, pihaknya dalam hal ini sudah melakukan imbauan berupa memasang papan larangan dilokasi yang dimaksud bahkan sudah beberapa kali melakukan penertiban.

“Mulai detik ini hentikan aktifitas pertambangan ilegal di Kebun Raya Megawati Soekarno Putri. Karena kita akan menindak tegas kepada siapapun yang masuk kebun raya tanpa ijin untuk melakukan aktifitas pertambangan,” tegas Kapolres.

Untuk lebih menunjang pengamanan di area Kebun Raya Megawati Soekarno Putri tersebut, Kapolres menyebut di sekitar kawasan itu nantinya diwacanakan akan menjadi tempat pelatihan Brimob Sulut.

“Bersama pak Bupati dan Kepala Satuan Brimob Sulut, sudah memeriksa lokasi. Mudah-mudahan secepatnya akan direalisasi untuk menambah kekuatan pengamanan,” pungkasnya.(rusly)