PT Sasa Inti Amurang Diduga Gunakan Bahan Baku Tidak Halal

Minsel, MR – PT Sasa Inti Amurang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan tepung kelapa serta beberapa produk lainnya dengan bahan baku kelapa, diduga dalam pengolahannya tidak higienis atau tidak halal.

Diketahui, perusahaan PT Sasa Inti Amurang merupakan peralihan dari PT Global Coconut yang baru baroperasi pada tahun 2020 dan sudah mendapat protes dari berbagai pihak termasuk pengolaan limbah yang tidak sesuai dengan standart.

Informasi yang didapat oleh wartawan media ini bahwa saat ini PT. Sasa Inti membeli bahan baku berupa kelapa putih yang sudah diolah terlebih dahulu di perusahaan yang ada diluar PT Sasa dan dan selanjutnya dipasok ke perusahaan PT Sasa Into tapi kehigienisanya dipertanyakan.

Bahan baku kelapa putih yang dobeli PT Sasa melalui perusahan-perusahaan kecil yang bukan pada petani langsung tidak memiliki sertifikat dan lebel halal.

Salah satu tokoh agama Muslim Desa Tumpaan sangat menyayangkan hal tersebut karena dapat merugikan konsumen.

“Ini jelas sangat merugikan konsumen apabila produk yang dihasilkan PT Sasa tidak halal dan kami atas nama warga muslim akan layangkan somasi kepada pihak PT Sasa apabila dugaan tersebut benar,”ujarnya.

Sementara, Danny perwakilan PT Sasa kepada wartawan media ini, mengatakan pihaknya akan mengkroscek informasi yang beredar dimasyarakat tersebut.

“Kami akan kroscek dulu kebenarannya karena informasi ini kami baru tau, bahwa bahan baku yang dimasukan ke PT Sasa tidak higienis alias tidak halal, karena salah satu pemasok memberikan makanan yang mengandung babi saat karyawannya sedang beraktifitas di pabrikan di desa Kapitu, dan kami sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan,”tukasnya.

Seperti diketahui, kehalalan suatu produk sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal seperti tertulis pada Pasal 4 UU JPH.

Dalam beleid juga tercantum, bahan yang digunakan dalam Proses Produk Halal (PPH) terdiri atas, bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan, dan bahan penolong.

Bahan tersebut berasal dari hewan, tumbuhan, mikroba, dan bahan yang dihasilkan melalui proses kimiawi, biologi, atau proses rekayasa genetik. Seluruhnya wajib halal sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).(nal)