Rencana Pemerintah Terbitkan Obligasi Syariah Dolar AS

Foto : istimewa

Jakarta, MR – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana untuk menerbitkan obligasi syariah berdenominasi dolar Amerika Serikat, atau suku global pada Maret 2017. Namun, ketidakpastian global akan membuat bendahara negara mencari waktu yang tepat menerbitkan surat utang itu.

“Nanti, tim saya dengan para pihak akan mempelajari timing (waktu) yang pas,” jelas Direktur Jenderal Pembiayaan, Pengelolaan, dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, Jakarta, Jumat (03/03).

Robert menjelaskan, penerbitan global sukuk tersebut, merupakan bagian dari pembiayaan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017. Pemerintah pun tetap mengambil opsi untuk melakukan diversifikasi pasar pembeli obligasi syariah Indonesia.

Salah satunya, adalah opsi untuk menambah porsi penjualan Euro Bonds. Namun, Robert mengatakan, akan mencari waktu yang pas untuk menerbitkan olbigasi. Alasannya, kondisi perekonomian masih dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

Misalnya, dari sisi pemilihan umum yang terjadi di sejumlah negara-negara Eropa seperti Jerman dan Prancis, sampai dengan gonjang-ganjing keputusan bank sentral Amerika Serikat, apakah akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate) di bulan ini.

“Quantitive easing. Itu pengaruhi likuiditas. Namun, inflasi kita itu stabil, pertumbuhan ekonomi juga. Emang harus deg-degan,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Strategi dan Portofolio Utang DJPPR Schneider Clasein Siahaan mengatakan, apabila penerbitan global sukuk pada Maret ini tidak mendulang kesuksesan, maka pemerintah pun akan mengalihkan dengan menerbitkan surat utang berdenominasi Euro.(vivanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *