RSUD Amurang Diduga Tolak Pasien BPJS Kesehatan

Amurang, MR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amurang kembali di sorot warga lantaran diduga menolak pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, warga Desa Teep Minahasa Selatan (Minsel) berinisial NP, staf PT TMC mengungkapkan saat dirinya pingsan di tempat kerja, pihak perusahaan membawanya ke RSUD Amurang yang jaraknya tidak jauh dari perusahaan.

Setibanya di ruang UGD RSUD Amurang, dengan kondisi pusing dan lemah, NP berharap bisa mendapat layanan kesehatan secara cepat dengan menunjukan fotocopy kartu BPJS Kesehatan. Namun, oleh perawat dan dokter dirinya disuruh menuju Poli Umum karena dinilai bisa berjalan.

“Disini melayani pasien yang sudah parah atau tidak berdaya yang sudah pingsan, tapi ibu masih bisa berdiri dan berjalan,”ungkap NP meniru ucapan oknum perawat UGD.

Setibanya di Poli Umum, harus mengikuti prosedur pasien umum padahal dirinya pemegang kartu BPJS Kesehatan. Bahkan sempat ditolak karena tidak ada surat rujukan.

“Saya di suruh ke Poli, sampai di Poli di tolak katanya harus ada rujukan dan lain-lain. Sehingga saya di suruh lagi ke Poli Umum dari Poli Umum saya dibebankan untuk mengikuti prosedur pasien umum sedangkan saya pemegang kartu BPJS Kesehatan Kelas 1 yang diikutsertakan oleh perusahaan dimana saya bekerja,”tutur NP.

Merasa BPJS Kesehatannya ditolak pihak Rumah Sakit, dengan kesal NP meninggalkan rumah sakit walaupun dirinya sedang merasa sakit.

Sementara, pihak RSUD Amurang saat dikonfirmasi membenarkan ada pasien yang datang ke UGD dengan keluhan pusing di tempat kerja dan ingin mendapat tindakan medis di ruang UGD.

“Dengan kondisi calon pasien tersebut yang datang ke UGD masih bisa berjalan, maka kami mengarahkan ke Poli tapi calon pasien tersebut marah-marah. Kami di UGD melayani apabila sudah darurat,”jelas salah satu perawat saat di konfirmasi.

Tidak jauh dari ruang UGD, petugas Poli Umum membenarkan jika ada calon pasien yang datang tapi tidak mendaftar.

“Kami menyampaikan bahwa harus ada rujukan atau ditangani dulu di Puskesmas, nanti dapat rujukan dari Puskesmas dan untuk administrasi kami berlakukan sebagai pasien Umum,”ujar salah satu perawat di ruang Poli Umum.(nal)