Safari Ramadhan Pemkot Manado Buka Puasa Bersama di Masjid

Walikota Vicky Lumentut Ajak Umat Muslim Doakan Kota Manado

MEMASUKI bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah tahun 2018 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melaksanakan Safari Ramdhan dengan kegiatan buka puasa bersama pada beberapa masjid di 11 kecamatan. Kegiatan buka puasa tersebut dihadiri Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE secara terpisah.

Pada beberapa kesempatan buka puasa, Walikota Vicky Lumentut meminta amat Muslim dan umat beragama lainnya untuk mendoakan Kota Manado agar tetap aman dan damai.

Menurut Walikota Vicky Lumentut disaat umat Muslim akan memasuki bulan puasa, cobaan menerpa bangsa Indonesia dengan adanya aksi terorisme di Jakarta, Surabaya dan Riau.

“Sekarang ini, bangsa Indonesia sedang mendapat cobaan. Dimana, saat umat Muslim bersiap memasuki bulan puasa Ramadhan, muncul aksi yang mengejutkan dari teroris di Jakarta, Surabaya kemudian Riau. Saya mengajak kepada umat Muslim di Kota Manado, mari doakan Kota Manado, rumah besar kita ini agar tetap aman damai serta dijauhkan dari niat jahat orang-orang yang ingin mengacaukan dan membuat kota ini tidak nyaman,” tukas Walikota Vicky Lumentut, di Masjid Al-Hijrah Kanaan Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan IX, Kecamatan Wanea, Kamis (24/05).

Dikatakan, sebagai pemimpin Kota Manado dirinya yakin orang Manado yang memiliki beragam suku, agama, ras dan antar-golongan, akan bersatu melawan teroris. Apalagi, di bulan puasa Ramadhan ini, kebersamaan dan kerukunan sesama warga kota terlihat dengan jelas.

“Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, hendaknya dijalani dengan sebaik mungkin sampai tiba hari kemenangan Idul Fitri. Sekali lagi, di bulan Ramadhan ini, doakan Kota Manado agar tetap aman serta menjadi contoh kehidupan toleran di Indonesia,” tandas Walikota Vicky Lumentut.

 

Wawali Mor: Wujud Toleransi, Buka Puasa Tidak Hanya Dinikmati Umat Muslim

MASYARAKAT Kota Manado yang majemuk dan heterogen dengan berbagai suku, agama, ras dan antar-golongan justru menciptakan suasana yang harmonis dan damai.

Hal itu terbukti, saat masyarakat merayakan hari raya keagamaan. Seperti ketika umat Muslim melaksanakan ibadah puasa 1439 Hijriyah, umat beragama lainnya ikut menikmati suasana di bulan suci Ramadhan ini. Apalagi, saat tiba waktu berbuka puasa, hampir seluruh pelosok Kota Manado terlihat orang ramai-ramai buka puasa bersama umat Muslim.

“Suasana buka puasa seperti ini, hanya ada di Kota Manado. Tidak hanya umat Muslim yang merasakan suasana bulan puasa, namun umat beragama lainnya ikut menikmati. Kalau tiba waktu berbuka puasa, umat beragama lainnya juga ramai-ramai buka puasa bersama. Ini merupakan wujud toleransi masyarakat yang ada di Kota Manado, yang tidak memandang perbedaan yang ada,” ujar Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, dalam acara buka puasa bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Jamaah Masjid Jami Sabilal Muhtadin, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Rabu (23/05).

Menurutnya, suasana rukun dan damai di Kota Manado merupakan bentuk kebersamaan seluruh masyarakat. Dimana, jalinan silaturahmi tanpa memandang perbedaan tidak hanya slogan semata. Apalagi, Kota Manado mendapat predikat kota paling toleran di Indonesia.

“Meraih penghargaan ini tidak susah, namun yang susah adalah mempertahankan Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia. Butuh keseriusan kita semua untuk bisa membuktikan bahwa masyarakat Manado, cinta kedamaian dan kerukunan,” tandasnya.(*)

 

 

Peliput : stephen (MR)