Setahun Beroperasi, Bantuan Mesin Gilingan dan Pengering Padi Diduga Dijual Oknum Pengurus Gapoktan

Minsel, MR – Mesin gilingan dan pengering padi yang diberikan pemerintah pusat untuk membantu petani khususnya Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Esa Keter, Desa Matani Satu, Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), diduga dijual-belikan oknum pengurus Gapoktan ke daerah lain.

Diketahui, mesin tersebut sudah pernah beroperasi selama kurang lebih satu tahun, tepatnya pada tahun 2014. Dan ada awal 2015 tiba-tiba mesin-mesin tersebut sudah tidak ada di dalam bangunan, dan diduga sudah dipindah-tangankan ke daerah lain alias di jual.

Salah satu anggota Gapoktan yang tidak mau namanya di sebut, kepada wartawan media ini, mengatakan awalnya kami sebagai petani sangat terbantukan dengan adanya alat pengering dan gilingan padi tersebut, tapi setelah setahun beroperasi alat-alat tersebut hilang dari tempatnya dan setelah diketahui alat-alat bantuan tersebut sudah diperjual belikan oleh oknum pengurus.

“Sebagai petani kami sangat terbantukan oleh alat pengering dan gulingan padi tersebut apalagi seperti saat ini musim hujan, kalau memakai alat tersebut tentunya padi tidak akan rusak,”ujarnya.

Sumber lain juga menjelaskan bukan hanya mesin gilingan dan pengering yang ‘raib’ melainkan ada mesin pendukung lainnya seperti sejumlah dinamo penggerak dan generator pembangkit listrik. Dan saat ini bangunan yang masih layak pakai dibiarkan begitu saja karena mesin-meain bantuan tersebut sudah tidak ada lagi.

Diketahui ada beberapa hal penting terkait pemberian alat-alat mesin bantuan dari pemerintah yaitu alat mesin pertanian (Alsintan) merupakan bantuan dari pemerintah untuk bisa dimanfaatkan bagi seluruh petani guna meningkatkan produksi pangan.

Kelompok sasaran penerima Alsintan bukanlah individu, tapi pengelolaannya diserahkan ke kelompok tani, gabungan kelompok tani, Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA), korporasi petani, masyarakat tani, atau kelompok masyarakat yang mendukung pembangunan pertanian.

Terkait hal tersebut, Kementrian sudah mengingatkan bahwa Dalam pengelolaan Alsintan, diharapkan agar layanan jasa kepada petani selaku pengguna lebih murah dibanding harga yang berlaku setempat sehingga bantuan Alsintan membantu meringankan biaya.(nal)