Simbolisasi Kerendahan Hati Sebagai Pelayan Tuhan, Walikota GSVL Basuh Kaki Isteri

Ikut Katekisasi Calon Pelsus di GMIM Elim Malalayang

SEBAGAI bentuk tanggung jawab iman selaku warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA bersama isteri tercinta Prof DR Julyeta PA Lumentut MS DEA, mengikuti Katekisasi dan Pembekalan Calon Pelayan Khusus (Pelsus) di Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Minggu (19/11).

Materi katekisasi disampaikan Pdt Teddy Kansil MTh, Sekretaris Departemen Ajaran Pembinaan dan Penggembalaan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, didampingi Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Elim Malalayang Satu Barat Pdt Leonora Pardede Gontung STh sebagai moderator.

Dalam materi pembekalan yang berlangsung sekira lima itu, Walikota GSVL dan Prof Paula, terlihat serius mengikuti acara penting tersebut.

“Acara katekisasi calon pelayan khusus ini sangat penting untuk diikuti, karena acara ini adalah bentuk panggilan dan tanggung jawab iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus,” ujar Walikota GSVL.

Menurutnya, menjadi seorang Pelsus tidak hanya semata-mata karena dipilih oleh Tuhan melalui jemaatNya, namun ada tanggung jawab pelayanan yang harus diemban sebagai bentuk konsekwensi iman. Usai mendapatkan materi, para peserta Katekisasi calon Pelsus mengikuti retreat.

Menariknya, dalam retreat tersebut terdapat session pembasuhan kaki seperti yang diajarkan Yesus Kristus. Walikota GSVL tak sungkan berlutut ddidepan isteri saat mengikuti prosesi pembasuhan kaki. Ini adalah bentuk kerendahan hati seorang pelayan Tuhan yang mau melayani banyak orang sebagai wujud kesetiaan kepada Tuhan.

“Menjadi seorang pelayan khusus harus memiliki kerendahan hati, seperti yang pernah dilakukan Yesus Kristus. Bentuk kerendahan hati itu, disimbolisasikan melalui pembasuhan kaki,” jelas Pdt Kansil.(*)

 

Peliput : stephen (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *