Sumarsono Apresiasi Upaya Walikota GSVL Dalam Menjaga Toleransi di Manado

FKUB dan BKSAUA Gelar Diskusi Panel Merawat Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk

Manado, MR – Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, Senin (25/03) membuka kegiatan diskusi panel dengan tema ‘Merawat Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk’ di ruang Serba Guna Kantor Walikota, Senin (25/03).

DR Soni Sumarsono dan GS Vicky Lumentut

Kegiatan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado itu menghadirkan narasumber mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia yang juga mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR Soni Sumarsono, Ketua Umum Asosiasi FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Direktur Setara Institut Jakarta Hendardi, dengan para pembanding Pastor Cardo Renwarin Dosen Seminari Pineleng, dr Taufik Pasiak, serta Kepala Bidang Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama (Kemenag) RI Lilies Suryani. Sedangkan, moderator Ketua FKUB Kota Manado Pdt Renata Ticonuwu STh.

Walikota Vicky Lumentut mengatakan kegiatan yang digagas FKUB dan BKSAUA Kota Manado tersebut merupakan upaya merawat serta menjaga Kota Manado sebagai kota toleran dengan kehidupan masyarakatnya yang rukun dan damai. Sehingga, julukan Kota Manado sebagai Kota Toleran bukanlah hanya slogan belaka.

“Karena sampai hari ini, Kota Manado masih tetap terjaga keamanan dan kerukunan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Di Manado, tidak ada orang Bali, orang Jawa, orang Sumatera, orang Kalimantan dan orang Papua, tapi hanya orang Manado yang berasal dari Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Papua atau dari daerah lain yang sudah tinggal dan menetap di Kota Manado ini,“tandas Walikota Vicky Lumentut.

Sebagai pemimpin di Kota Manado, Walikota Vicky Lumentut terus mengajak masyarakat agar memperkokoh semangat kebersamaan dalam kebhinnekaan dengan beragam suku, agama, ras dan antar-golongan. Apalagi, menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan anggota legislative (Pileg) tahun 2019.

“Dalam menyambut Pilpres saya menghimbau masyarakat kota Manado melawan bentuk ujaran kebencian, ketakutan, hoax. Manado tetap merawat kebinekaan karena kemajemukan merupakan fakta alamiah, toleransi dijadikan etika kolektif, kami bersama tokoh agama dan semua element masyarakat berupaya menjaga toleransi di Kota Manado,”tukas Walikota dua periode itu.

Sementara DR Soni Sumarsono menyatakan Kota Manado telah mampu tampil terdepan dalam membangun toleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Setuju Manado jadi kota nomor satu Toleransi di Indonesia. Rakyat Manado akan mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika karena kita bersatu dalam perbedaan,”pungkas Sumarsono.

Ketua Umum Asosiasi FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet bahkan memuji apa yang dilakukan Walikota Vicky Lumentut dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Manado. Sehingga tidak salah jika Kota Manado terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Nasional ke-6 FKUB bulan April 2020 mendatang. Tampak hadir Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Sekretaris Daerah Kota Manado Micler CS Lakat SH MH, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt Roy Lengkong STh, para kepala Perangkat Daerah Kota Manado, Camat serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kota Manado.(stephen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *