Sungai Tongop Tercemar Limbah Perusahaan, Masyarakat Desa Molinow Minta PT Global Bertanggungjawab

Amurang, MR – Masyarakat Desa Malinow, Kecamatan Tengah, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meminta PT Global Coconut, salah satu perusahan pabrikan tepung kelapa yang menggunakan bahan baku buah kelapa agar tidak membuang limbah ke sungai Tongop.

Pasalnya, perusahaan yang terletak di Jalan Trans Sulawesi Km 73, Desa Radey Jaga-IV, Kecamatan Tenga belum memperbaiki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) sehingga sungai Tongop jadi tempat membuang limbah dan berakibat pada pencemaran.

“Keadaan sungai Tongop di Desa Molinow saat ini sangat memprihatinkan dengan adanya pembuangan limbah dari PT Global yang kemudian berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat. Kami minta agar perusahaan PT Global untuk memperhatikan limbah yang dibuang di Sungai Tongop, karena kami masyarakat yang ada Desa Molinow, apa terlebih kami yang tinggal di dekat sungai Tongop merasa tersiksa karena setiap hari menghirup udara yang tidak sedap atau bau busuk karena limbah yang ada,”tandas salah satu warga yang tidak mau namanya disebut, Rabu (23/10), kepada wartawan manadoreal.com.

Warga juga mengeluh soal air sungai Tongop yang tidak dapat digunakan untuk aktifitas sehari-hari.

“Dulunya bisa digunakan tapi saat ini tidak dapat digunakan untuk aktifitas mandi, mencuci dan kegiatan lain seperti tempat minum ternak sapi dan sudah sangat memprihatinkan, ditambah lagi air libah di sungai Tongop menimbulkan bau busuk menyengat,”keluh sejumlah masyarakat Desa Molinou.

Hasil penelusuran wartawan manadoreal.com menemukan adanya gumpalan lemak di atas permukasn air serta lumpur yang sudah kehitaman serta bau busuk yang menyengat di sungai Tongop.

Plt Hukum Tua Desa Molinow Titin Ilat saat di konfirmasi Kamis (24/10), membenarkan jika selama ini masyarakat mengeluh soal pencemaran sungai Tongop yang diduga berasal dari limbah PT Global Coconut.

“Memang benar adanya keluhan masyarakat Desa Molinow tersebut dan saat ini kami pemerintah desa sementara berkordinasi dengan pihak menejemen PT Global. Saya sudah berkordinasi dengan pimpinan perusahan dan dalam waktu waktu dekat ini akan melakukan pembersihan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tongop,”ujar Ilat, seraya menambahkan pihak menejemen PT Global akan turun lapangan untuk melihat langsung area yang akan dibersihkan.

“Juga mencari jalur yang akan dilalui oleh alat berat,”tandas Ilat.

Sementara, Ketua DPW Propinsi Sulut LSM Pijar Keadilan James Tuju menegaskan seharusnya pihak perusahaan sebelum membangun pabrik harus memenuhi semua persyaratan termasuk IPAL.

“Sebelum mendirikan perusahan sudah tau apa-apa yang dia penuhi termasuk limbahnya harus dibuang ke mana dan bagaimana pengolaan limbahnya, jadi jangan salahkan masyarakat apabila ada permintaan untuk pembuangan limbahnya dikaji kembali dan perusahaan jangan dulu beroperasi sebelum semua beres,”tegas Tuju.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minsel Roy Sumangkut saat di konfirmasi terkait tinjauan Tim Gakum LHK dari Kementerian LHK membenarkan ada tim yang turun langsung dari kementrian terkait limbah PT Global Coconut yang dikeluhkan warga.

“Iya benar beberapa waktu yang lalu ada dari Kementrian LHK yang turun memeriksa terkait limbah di PT Global karena ada laporan masyarakat,”pungkas Sumangkut. (nal)