Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Mantan Kumtua Desa Koreng: Yang Masuk Penjara Saya, Bukan Kalian!

Minsel, MR – Setelah habis masa jabatan sebagai Hukum Tua (Kumtua) Desa Koreng definitif pada 2020 lalu, Joshep Rumengan saat ini “digoyang” warganya terkait ketidak-transparanan dan dugaan penyelewengan Dana Desa.

Dugaan tersebut terkuak saat Rumengan masih bertugas dan melakukan rapat dengan perangkat desa, banyak aturan yang ‘ditabrak’ dan jelas menyalahi aturan sehingga perangkat desapun menegur dan tidak mau mengikuti perintahnya.

Tapi apa daya perangkat desa ikut-ikut saja di saat mantan kumtua Joshep Rumengan mengatakan “beking jo ! yang mo maso penjara kwa kita, bukan ngoni” (buat saja! kan yang masuk penjara saya bukan kalian perangkat desa).

Perkataan tersebut berulang- ulang kali disampaikan saat ada protes dari perangkat desa.

Hal ini dikatakan sejumlah perangkat desa yang tidak mau namanya di publikasikan.

Menurut sejumlah perangkat desa, waktu itu mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena dibawah tekanan sang Kumtua saat itu.

Hal ini diduga dilakukannya bersama istrinya Filly Siwu yang menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) merangkap Bendahara Desa saat itu.

Sejumlah kegiatan yang bersumber dari dana desa tidak jelas pertanggungjawabannya dan tidak transparan.

Sementara, mantan Kumtua Joshep Rumengan saat dikonfirmasi media ini di rumahnya, mengatakan pertanggungjawaban dilakukannya melalui pengeras suara.

“Saya mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa melalui Toa pengeras suara yang ada di desa,”pungkasnya.(nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *