Terkait Limbah PT Sasa Inti di Sungai Tongop, Kumtua Christine Ilat: Jangan Buat Berita Mereka Baru Serahkan Bantuan CSR

Amurang, MR – Pengelolaan limbah ex PT Global Coconut hingga kini masih menjadi.polemik ditengah masyarakat, meskipun telah dikelola perusahaan baru yakni PT Sasa Inti.

Polemik tersebut muncul karena pembuangan limbah yang tidak sesuai aturan merusak lingkungan sekitar perusahaan khususnya sungai Tongop.

Apalagi, pihak perusahaan sepertinya tidak memiliki niat untuk membenahi pengelolaan limbahnya. Bahkan, awalnya perusahaan hanya memproduksi tepung kelapa kini sudah lebih bertambah yakni pengolaan santan dan air kelapa tanpa mengantongi ijin.

Hal tersebut membuat perusahaan PT Sasa Inti (ex PT Global Coconut) menghasilkan limbah yang volumenya banyak dan dibuang melalui saluran air bermuara ke sungai Tongop, Desa Molinow.

Desa Molinow adalah desa yang menerima dampak dari limbah tersebut karena sungai Tongop berada tepat di perkampungan dan genangan limbah yang dialirkan ke sungai sangat menggangu masyarakat apalagi mereka yang berada di bantaran sungai tersebut.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Molinow, Kecamatan Tenga, Christine Ilat saat di konfirmasi di kantor desa, tidak berada di tempat.

Namun, saat dihubungi melalui telepon selulernya yang bernomor 085298091*** Kumtua Ilat memohon kepada wartawan manadoreal.com agar jangan diberitakan dengan alasan perusahaan tersebut belum lama ini memberikan bantuan Sembako kepada Pemerintah Desa Molinow dalam program CSR-nya.

“Aduh jangan beking brita, dorang (manajemen PT Sasa Inti, red) kwa blum lama kase bantuan Sembako di desa, jadi stres le kita mo tanggapi ini, kita mohon jangan dulu kwa beking brita,”ujar Kumtua, seraya menyebutkan jika sudah ada oknum wartawan yang datang mewawancarainya.

“So ada kwa wartawan yang ja datang ba liput pa kita,”pungkasnya, sambil menyebut nama oknum wartawan berinisial I.(nal’s)