Wagub Kandouw Tegaskan Kader GMNI Jangan Loyo, Harus Beradaptasi dengan Zaman

Drs Steven OE Kandouw

Mitra, MR – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven OE Kandouw membuka Konfrensi Daerah (Konferda) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut di Rimba Lamet Pasi, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (23/04).

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw mengatakan GMNI harus dapat mengimplementasikan paham Presiden Republik Indonesia (RI) pertama Ir Soekarno yaitu ideologi Marheinisme Pancasila dalam era kehidupan saat ini.

Dalam kesempatan itu, Wagub Kandouw juga menyampaikan salam dan pesan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, dimana GMNI harus berperan dan berkerja keras untuk membangun bangsa khususnya Sulawesi Utara.

“Pak gubernur dan saya merasa bangga serta salut dengan apa yang telah dicapai GMNI maupun Persatuan Alumni GMNI Sulut saat. Tapi kita jangan cepat puas dengan capaian yang ada saat ini. Seperti ekonomi harus ada output dan outcome,” tandas Kandouw, yang juga sebagai Anggota Dewan Kehormatan PA GMNI Sulut tersebut.

“Seperti kata Bung Karno jangan hanya menjadi menara gading, sedangkan yang lain hanya dapat melihat dan mengagumi saja, tapi harus melihat juga teman-teman yang lain,” sindir Kandouw.

Wagub dua periode ini berpesan agar para kader GMNI jangan punya pemahaman ideologi
Marhaenisme yang lemah dan loyo namun harus mampu mengimplementasikan paham Marhaenisme dalam kehidupan saat ini, harus ada semangat, jangan pernah kendor dalam berjuang, apalagi GMNI menempati posisi penting.

“Jangan cepat berpuas hati. Untuk itu dari segi ekonomi harus ada out put dan out come agar bisa bermanfaat,”ujarnya.

“Sudah waktunya berubah dari awal perjuangan di tahun 1954 pembentukan GMNI. Sebab, dulu dan sekarang beda. Sekarang lebih luas,”papar Wagub Kandouw.

Menurutnya, menjadi kader GMNI harus beradaptasi di era milenium.

Kandouw menekankan kader GMNI harus melawan narkoba, perusakan lingkungan dan korupsi.

Dirinya mengajak kader GMNI harus menjadi penegak pilar kebangsaan. Sebab persaingan sekarang lebih ketat.

“Kader GMNI harus mewarnai perjuangan dan mampu bersiang dalam membangun daerah. Olehnya, mari sama-sama membentuk sendi-sendi kehidupan dan batu bata peradaban,” tutupnya.

Sebelumnya dalam sambutan Ketua GMNI Sulut James Sumendap menegaskan seluruh kader GMNI jika garis perjuangan saat ini butuh akses.

“Perlu agar kader diperjuangkan dalam era saat ini. Kita harus menyebar, menyusup dan merebut. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Sumendap yang juga sebagai Bupati Mitra menyebut, sebagai penganut ajaran marhaenis, kader GMNI harus mempertahankan NKRI sebagai harga mati.

“Beda tapi satu. Tak mengenal suku, agama, primordial dan GMNI adalah tempat berkumpul para kaum nasionalis. Tugas kita masih luar biasa untuk mengawal anak-anak bangsa agar lebih eksis dalam pembangunan,”pungkasnya. (waba/*)