Walhi Sulut Angkat Bicara Masalah Limbah PT Global Yang Cemari Sungai Tongop

Amurang, MR – Masalah limbah yang mencemari sungai Tongop yang dikeluhkan masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Molinow, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diduga berasal dari pembuangan PT Global Coconut, mendapat tanggapan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Utara (Sulut).

Direktur Eksekutif Walhi Sulut Theo Runtuwene saat di hubungi wartawan media ini, mengatakan kejadian yang sudah berulang kali dilakukan PT Global Coconut dengan membuang limbah tidak sesuai aturan merupakan tindakan pidana murni karena ada sejumlah pasal dalam undang-undang lingkungan hidup yang di langgar.

Runtuwene juga mempertanyakan kinerja instansi terkait yang terkesan tidak mampu mengatasi perusahan yang “kumabal” tidak taat aturan.

“Sebagai Direktur Eksekutif Walhi Sulut saya merasa sangat prihatin, karena apakah nanti sudah ada korban jiwa baru ada penyelesaian masalah limbah,”tegas Runtuwene, seraya berharap instansi terkait termasuk aparat penegak hukum untuk bertindak cepat.

Dirinya berjanji jika tidak ditangani secara serius, Walhi Sulut siap turun lapangan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan sambil melihat kondisi lingkungan dan masyarakat terdampak,”ujar Runtuwene.

Dikatakan, jika ada temuan-temuan yang ternyata sudah merusak lingkungan dan merugikan masyaakat, Walhi Sulut akan melaporkan ke pihak berwajib.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama mengawal akan laporan yang akan kami layangkan ke pihak yang berwajib,”tandas Runtuwene.

Ditambahkan, sebagai lembaga yang peduli terhadap lingkungan, Walhi akan mewarning perusahaan yang merusak lingkungan.

“Kami sangat kritis apabila ada perusahaan yang dengan sengaja merusak lingkungan yang ada. Silahkan saja investor dari mana datang mengolah hasil pertanian yang ada, karena itu jelas menambah PAD di Kabupaten Minsel, tapi harus tau dan mentaati aturan yang berlaku,”pungkasnya.

Seperti diketahui, akibat limbah yang diduga dibuang PT Global Coconut yang telah mencapai ambang batas, mengakibatkan sungai Tongop yang biasa digunakan masyarakat untuk aktifitas sehari-hari tercemar.

Berkali-kali masyarakat mengeluhkan hal tersebut tapi tidak ada tindak lanjut baik dari pemerintah maupun pihak manajemen PT Global Coconut.(nal)