Walikota GSVL: Incinerator Milik Pemkot Manado Ramah Lingkungan

Manado, MR – Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA menegaskan incinerator atau alat pembakar sampah yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Manado ramah lingkungan dan sesuai standar yang direkomendasikan Kementerian Lingkungan Hidup.

Hal itu dikatakan Walikota GSVL dalam rapat bersama dengan para kepala perangkat daerah serta Camat se-Kota Manado di Pendopo Kantor Walikota Manado, Sabtu (08/02).

Menurut orang nomor satu di Manado itu, incinerator yang digunakan Pemkot Manado memiliki suhu diatas 1000 derajad celcius dan sistem pembakaran menggunakan dual chamber.

“Dimana, chamber pertama untuk membakar langsung sampah, kemudian chamber kedua untuk membakar karbon yang memiliki ikutan polutan seperti dioxin, so2 CO serta NO. Terus pada chamber kedua ini terurai menjadi CO2 dan air, adapun polutan yang lewat pada chamber kedua ini akan ditangkap oleh uap air pada cerobong yang dilengkapi dengan sprinkle air,”jelas Walikota GSVL, seraya menandaskan jika emisinya dipantau melalui monitor AQMS yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado.

Lanjut dikatakan orang nomor satu di Manado itu, hasil pemantauan yang dilakukan pada saat uji coba pembakaran, masih berada dibawah ambang batas.

“Kondisi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah Sumompo yang kondisinya saat ini sudah tidak mungkin lagi menampung sampah di Kota Manado, maka alat pembakar sampah atau incinerator jadi solusi mengatasi dan menyelesaikan sampah, seperti yang dipakai di beberapa kota besar di Indonesia termasuk DKI Jakarta dan negara-negara maju diantaranya, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Sambil kita menunggu TPA Regional di Ilo-Ilo beroperasi,”ujar Walikota GSVL.

Dirinya berharap, sosialisasi tentang incinerator harus gencar dilakukan aparatur pemerintah kepada masyarakat Kota Manado.

“Sosialisasikan kepada masyarakat, dimana mesin insenerator Pemkot Manado untuk mengelola sampah dengan cara membakar adalah ramah lingkungan, dan pembakaran tidak mencemari lingkungan udara,”pungkasnya.(stephen)