Warga Desa Solimandungan 1 Terdampak Covid-19 Terima Bantuan BLT-DD dan BST

Bolmong, MR – Pemerintah Desa (Pendes) Solimandungan 1, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) bulan ke-4, di Balai Desa, Kamis (16/07).

Penyerahan itu dilakukan Kepala Desa (Sangadi-red) Desa Solimandungan 1 Sartika Daeng Masange kepada 175 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid 19.

Penyerahan BLT-DD dan Bansos tersebut juga disaksikan Tim Tenaga Ahli Kabupaten Bolmong Said Banteng dan Camat Bolaang Harry Damopolii.

“ Saya harapkan bagi keluarga-keluarga yang menerima bantuan ini digunakan untuk barang yang bermanfaat serta keperluan sehari-hari terutama pangan, dan untuk itu marilah kita bersama menjaga agar imunitas tubuh kita selalu tetap sehat dimasa pandemi Covid-19 ini,”ujar Banteng, mewakili Bupati Yasti Suprejo Mokoagouw.

Lanjut dikatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT) Republik Indonesia telah memperpanjang bantuan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga September 2020 mendatang.

Namun, berbeda dengan tiga bulan sebelumnya yakni bulan April-Juni, dimana KPM menerima Rp600 ribu perbulan, untuk bulan Juli sampai September KPM menerima Rp300 ribu perbulan.

Sementara, Sangadi Desa Solimandungan 1 Sartika Daeng Masange kepada wartawan mengatakan ada 175 KK yang berhak menerima sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19 ini ada sebanyak 175 KK yang berhak dan layak menerima yang terdiri dari 107 KK penerima BLT-DD dan 37 KK penerima bantuan Bansos dari Kementerian dan Pemda Bolmong, dan dalam penyaluran bulan ke-4 ini dilakukan sesuai prosedur serta disalurkan bagi warga yang layak menerimanya. Penyaluran bantuan dari pemerintah ini telah diseleksi benar-benar bagi warga yang layak untuk menerima, jadi saya tidak memilih milih warga sedangkan mereka yang kemarin merupakan lawan politiknya kalau benar benar berhak dan layak menerima tetap didata untuk menerima bantuan dari pemerintah,”jelas Masange.

Dikataka pula, sebanyak 12 KK telah dikeluarkan dari data relawan. Pasalnya, ke-12 KK tersebut dinilai belum layak dan diganti dengan warga lainnya yang lebih layak menerima.

“Yang lalu ada sekitar 12 KK yang namanya keluar untuk menerma bantuan tetapi ternyata tidak layak, jadi saya keluarkan dan diganti dengan warga yang layak. Saya berharap bagi keluarga-keluarga yang menerima BLT-DD dan Bansos ini untuk digunakan untuk keperluan terutama pangan dan jangan membeli barang yang tidak ada manfaat untuk kesehatan kita, dan untuk kita ikuti bersama tentang aturan pemerintah, marilah kita selalu mengkuti sesuai Protap Covid-19 agar virus ini cepat berakhir,”pungkas Masange.(jhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *