Air Bersih Tak Kunjung Ada, Ormas dan LSM Desak BPK-RI Periksa Proyek Pamsimas di Desa Sinisir

Manado, MR – Masyarakat Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mempertanyakan proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Pasalnya, sejak proyek ini selesai dikerjakan pada bulan April 2019, sampai saat ini airnya tidak kunjung ada.

Ketua DPW LSM Pijar Keadilan Sulawesi Utara James Tuju dan Ormas LMI Minsel Jacly Tawas melalui Ketua LMI Modoinding dengan tegas meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sulut untuk memeriksa proyek Pamsimas tersebut.

“Alasan supaya segera dilakukannya Pemeriksaan karena diduga proyek tersebut sarat kongkalikong alias tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja atau RAB sehingga berdampak kepada masyarakat yang selama ini merindukan kehadiran air bersih, dan faktanya air bersih tersebut tidak kunjung sampai ke rumah-rumah penduduk,”tandas Tuju.

Ditambahkan Tawas, proyek bernilai sekira Rp300 juta itu menjadi mubazir dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Proyek yang menelan anggaran kurang lebih 300 juta menjadi mubazir dan tidak ada asas manfaat, untuk itu kami minta kepada BPK-RI Perwakilan Sulut dan penegak hukum agara supaya menindaklanjuti keluhan masyarakat ini,”tukasnya.

Sejumlah masyarakat mengeluhkan susah payah mendapatkan air bersih padahal ada fasilitas dari proyek Pamsimas namun tak berfungsi.

“Kami harus mencari air bersih untuk dipakai dalam kebutuhan setiap hari seperti memasak, dan untuk keperluan MCK dengan cara membeli air kepada tetangga. Kami harus mamasang selang dari rumah tetangga itupun harus bayar,”ujar Stanislaus Tendean, seraya menunjuk tempat penyambungan selang air yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumah.

Keluhan yang sama pula disampaikan Jerry Tielung dan Gorge Lumentut.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Hukum Tua (Kumtua) Desa Sinisir Diane Tagah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait proyek Pamsimas.

“Iya memang betul banyak masyarakat yang pertanyakan status proyek tersebut hanya saja waktu itu saya belum menjabat sebagai kumtua, dan saat serah terima pemerintahan dari yang lama ke saya, menyerahkan pekerjaan sisanya tapi saya bingung anggarannya sudah habis sejak masih saat pemerintahan yang lama. Tapi sebagai pemerintah saat ini kami sementara berupaya mencari solusinya,”jelas Tagah.

Sampai berita ini diturunkan masyarakat belum menikmati air bersih dari proyek Pamsimas tersebut bahkan pipa-pipa dan mata kran sudah mulai rusak.(nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *