Persoalan Limbah PT Sasa Inti Amurang Diduga ‘diback-up’ Oknum Pegawai DLH Minsel

Minsel, MR – Sejak perusahaan yang bergerak di bidang pabrikan tepung kelapa dan unit usaha lainnya di kelola PT Global Coconut hingga sekarang ini dikendalikan PT Sasa Inti Amurang, masalah limbah tidak pernah teratasi.

Dari tahun ketahun limbah dari perusahaan PT Sasa Inti makin “menggila” karena Instalasi Pengolaan Limbah (Ipal) dan ijin pembuangannya diduga tidak diseriusi pihak perusahan maupun pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya keluhan masyarakat terkait pencemaran lingkungan yang terjadi di sungai Tongop dan pesisir pantai Desa Molinow.

Baru-baru ini pada minggu yang lalu didapati kubangan yang diduga untuk penampungan limbah oleh PT Sasa Inti yang sengaja dibuat dibelakang pabrikan untuk penampungan limbah, dan jelas menyalahi aturan apalagi tidak ada betonisasi.

Kejadian tersebut diduga atas suruhan oknum pegawai DLH Kabupaten Minsel.

Menurut sumber yang sangat dipercaya, tidak mungkin perusahaan berani melakukan hal tersebut apalagi itu sangat bertentangan dengan aturan yang ada.

“Perusahaan berani karena duduga diperintahkan oleh oknum pegawai Dinas Lingkungan Hidup Minsel,”ucap sumber yang tidak mau namanya disebut.

Pengrusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan bisa dituntut pidana seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 98 dinyatakan setiap orang yang melakukan perbuatan dengan sengaja yang mengakibatkan dilampauinya ambang baku mutu udara, air laut, air sungai, air danau, dan kerusakan lingkungan hidup dapat didenda minimal Rp3 miliar dan maksimal Rp10 miliar dan penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun.

Sanksi paling ringan saat perusahaan melanggar ialah teguran. Berikutnya, perusahaan akan diberikan sanksi berupa paksaan pemerintah.

Sementara manejer PT Sasa Inti bernama Danny, saat dikonfirmasi melalui nomor Whatshapnya 085336999*** sudah memblok nomor telepon wartawan media ini kendati sebelumnya bisa terhubung.

Sementara, Kepala DLH Minsel Roy Sumangkut melalui Kapala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Ferry Pangala saat dikonfirmasi membantah jika ada oknum pegawai DLH Minsel yang memerintahkan hal tersebut kepada pihak PT Sasa Inti.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, LB3 dan Pengendalian Pencemaran saat di konfirmasi via telepon selulernya tidak merespon.(nal)