UKK Tahun Pelajaran 2020/2021 Resmi Digelar, Wagub Kandouw Harap SMK di Sulut Mampu Bersaing dengan Daerah Lain

Sulut, MR – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven OE Kandouw membuka kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Tahun Pelajaran 2020/2021 se-Sulut yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Manado, Selasa (13/04).

Menurut Kandouw, pemerintah pusat menjadi road map dalam meng-underline dan memberikan perhatian khusus kepada pendidikan vokasi (pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu).

“Diasumsikan pendidikan vokasi ini adalah jalan pintas untuk kita menghasilkan anak-anak bangsa yang terdidik, ahli dan cakap dalam segala aspek,” terang Kandouw.

Wagub Kandouw menambahkan, dalam pendidikan vokasi ini juga akan tercipta suatu mekanisme rekruitmen SDM Sulut yang praktis, singkat dan mumpuni.

“Hari ini, uji kompetensi keahlian ini tentu saja tujuannya adalah agar anak-anak kita dapat mendapat suatu gelar atau status sebagai suatu SDM yang siap pakai, selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” tandasnya.

Menurut hematnya, dengan road map dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya akan terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Mari kita mendorong, agar supaya dunia pendidikan kita ini lebih mantap serta mampu untuk bersaing dengan daerah-daerah lain,” ajak Kandouw.

Lebih jauh, Wagub Kandouw berpesan kepada anak-anak yang akan mengikuti uji kompetensi keahlian untuk tetap semangat dalam melaksanakan uji Kompetensi ini.

“Tetap semangat dan tataplah masa depan dengan cerah, seperti ada ungkapan banyak jalan ke Roma, Termasuk untuk mencapai eksistensi masa depan kita melalui pendidikan vokasi yang sekarang ini sangat diandalkan di negara kita ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, dalam laporan Kepala Dinas Pendidikan Sulut Grace Punuh menjelaskan pelaksanaan ujian kompetensi didasarkan pada pedoman penyelenggaraan UKK SMK tahun 2021.

“Keahlian yang diuji-kompetensikan meliputi bidang keahlian teknik konstruksi, komputer jaringan dan radio, keperawatan sosial, seni, kehutanan, perikanan dan niaga, bisnis, teknik listrik, pertambangan dan alat berat industri dan mekatronika,”jelas Punuh.

Kompetensi keahlian sudah melalui tahap verifikasi satuan dinas pendidikan yang menghasilkan SMK yang sangat layak, layak dan tidak layak sebagai penyelenggara UKK.

Di Sulut ada 9 SMK telah melaksanakan LSP 1, 2 dan 3 dan sistem sertifikasi mitra industri dunia usaha (IDUKA) yang lain masih menggunakan mandiri.

Berdasarkan hasil verifikasi ditetapkan SMK penyelenggara UKK 2020 adalah Jumlah SMK Negeri 89 Sekolah, SMK Swasta 96 Sekolah, jumlah kompetensi keahlian 672 kompetensi keahlian, Jumlah SMK hasil verifikasi yang melaksanakan mandiri 169 SMK dan SMK hasil verifikasi yang tidak layak dan bergabung sebanyak 20 SMK.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.(waba/*)